Pada momen Idul Adha, masyarakat akan mengonsumsi daging kurban baik sapi atau domba. Namun, ada fakta penting yang perlu diperhatikan. Kondisi psikologis hewan sebelum disembelih ternyata sangat memengaruhi kualitas daging yang dihasilkan.
Hal ini diungkap oleh pakar anatomi dan perilaku hewan sekaligus dosen IPB University, Dr drh Supratikno. Ia menjelaskan hewan kurban yang mengalami stres berisiko menghasilkan daging dengan kualitas lebih rendah.
Pasalnya hewan yang tidak tenang saat disembelih dinilai dapat menghasilkan daging yang kurang sehat sekaligus memiliki nilai mutu yang menurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa Hewan Stres Kualitas Dagingnya Rendah?
Supratikno menjelaskan, secara ilmiah stres pada hewan memicu penyempitan pembuluh darah. Pengeluaran darah pun akhirnya tidak sempurna saat disembelih.
Stres hewan yang berlebih juga dapat mengurasi glikogen otot. Hal tersebut akan menganggu pembentukan asam laktat.
"Tanpa asam laktat yang cukup, pH daging tetap tinggi dan menyebabkan kondisi dark, firm, and dry (DFD) meat, yakni daging menjadi gelap, keras, dan kering," katanya dikutip dari IPB University, Rabu (27/5/2026).
Kemudian, Supraktikno menyebut stres juga dapat menyebabkan memar pada daging. Memar diakibatkan hewan meronta-ronta saat disembelih.
Dampak Kualitas Daging Rendah
Banyak dampak yang bisa ditimbulkan karena kualitas daging yang rendah. Misalnya menurunkan kualitas visual dan tekstur daging.
Selain itu, daya simpan juga dapat menurun. Daging dengan kondisi DFD cenderung lebih cepat rusak.
Tanda-tanda Hewan Stres
Supraktikno kemudian membeberkan ciri-ciri hewan yang stres. Pertama, hewan terlihat gelisah.
Kemudian, air ludah keluar berlebih, mata terlihat waspada, napas tersengal-sengal, air liur berlebih, hingga ekor terlipat di antara kaki belakang.
Dengan mengetahui tanda hewan stres, maka masyarakat bisa terhindar dari hewan dengan daging berkualitas rendah. Supraktikno juga membagikan tips penanganan.
Pertama, kurangi kerumuman saat penyembelihan. Kedua, hindari penggunaan pengeras suara berfrekuensi tinggi.
Ketiga, hindari pemakaian pakaian berwarna terang seperti oranye atau merah. Lalu, pastikan juga penyembelih sudah terlatih
