Dugaan Skandal Riset Palsu, 'Peneliti' Dikenal Berprestasi saat Mahasiswa

ADVERTISEMENT

Dugaan Skandal Riset Palsu, 'Peneliti' Dikenal Berprestasi saat Mahasiswa

Pasti Liberti Mappapa - detikEdu
Rabu, 27 Mei 2026 21:09 WIB
ilustrasi riset
Ilustrasi riset Foto: thinkstock
Jakarta -

Dugaan penelitian palsu dari Indonesia mengemuka di konferensi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) di Kopenhagen, Denmark, pada 17-21 Mei 2026. Skandal tersebut dibongkar epidemiolog asal Indonesia Wa Ode Dwi Diningrat yang juga mengikuti konferensi ilmiah tersebut mewakili Oxford University, Inggris.

Kecurigaan Dwi bermula ketika seorang rekannya mengajak menghadiri sesi presentasi dua peserta asal Indonesia bernama "Dimas" dan "Riana". Awalnya Dwi hanya membaca abstrak penelitian secara sekilas.

Namun setelah kembali mencermati abstrak tersebut, ia merasa ada banyak kejanggalan. Rasa curiga semakin kuat setelah ia meminta pendapat rekan peneliti serta supervisornya mengenai grafik dan data yang ditampilkan dalam penelitian itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu hal yang paling mencurigakan adalah klaim pengumpulan data primer di wilayah dataran tinggi Andes, Peru, tanpa melibatkan kolaborator lokal sama sekali. Dalam praktik riset internasional, hal tersebut dinilai hampir mustahil dilakukan.

"Mereka tuh ngumpulin data di Andes. Ngumpulin data dan enggak ada sama sekali kolaborator lokal di negara itu impossible untuk melakukan penelitian kayak gitu di negara orang. Itu salah satu keanehan yang paling menonjol," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Selain substansi penelitian, identitas pemateri juga memicu tanda tanya. Dalam satu sesi presentasi, seorang perempuan tampil membawakan penelitian berjudul Urban Heat Islands and Ageing Lung Vulnerability: Mapping Pneumococcal Pneumonia Risk and Climate-Exposed Older Adult Hotspots in LMIC Megacities atas nama "Riana Dwi Kurniawati".

Namun sekitar 10 menit kemudian, di sesi berbeda, perempuan yang sama disebut kembali tampil setelah berganti jilbab dan menggunakan identitas lain, yakni "Dimas Fajar Prasetyo". Pada sesi tersebut, ia mempresentasikan riset berjudul AI-Fused Satellite Climate, Urban Heat and PCV Uptake to Prioritise Pneumococcal Booster Strategies for Frail Older Adults in LMIC Megacities. Menurut Dwi, perempuan tersebut memperkenalkan dirinya sebagai "Dimas".

Belakangan, pemateri itu diketahui bernama Prihantini. Namun, nama Prihantini justru tidak tercantum sebagai penulis dalam dua penelitian yang dipresentasikannya tersebut. Berdasarkan laman resmi ISPPD, Prihantini diketahui mengirimkan empat judul penelitian bekerja sama dengan Rifaldy Fajar dan Rini Winarti.

Baik Prihantini dan Rifaldy menggunakan nama AI-Biomedicine Research Group, IMCDS Biomed Research Foundation, Jakarta sebagai institusi asal. Sementara Rini Winarti memakai nama Departemen Biologi, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Prihantini, Riana, Rifaldy, dan Rini Satu Almamater

Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa Prihantini, Rifaldy Fajar, Rini Winarti, dan Riana Dwi Kurniawati ternyata berasal dari almamater yang sama, yakni UNY. Prihantini diketahui merupakan alumni Matematika angkatan 2015, Rifaldy dari jurusan yang sama angkatan 2014, sedangkan Rini berasal dari Biologi angkatan 2014 dan Riana dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2015.

Rifaldy dan Rini pernah meraih medali emas dalam ajang The Egyptian International Invention and Innovation Exhibition (EGYPTINVENT) 2016 di Kairo, Mesir yang diselenggarakan pada 8 - 10 Maret di El Gezirah Youth Center seperti dikutip dari laman UNY.

Kemudian, Rifaldy, Prihantini, dan Riana pernah bergabung dalam tim Departemen Pengembangan Kreativitas Mahasiswa BEM KM UNY yang berhasil meraih medali emas ajang The 2nd World Invention and Innovation Forum (WIIF) pada tanggal 22-25 November 2017 di Foshan, China.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Prof Nur Hidayanto, menyebut pihaknya saat ini tengah menelusuri alumni yang tercatut dalam kasus tersebut seperti dikutip dari detikJogja.

Sementara itu, detikEdu belum berhasil memperoleh konfirmasi langsung dari para pihak terkait. Namun sebelumnya, Rifaldy sempat mengunggah pernyataan melalui akun Threads dan Instagram pribadinya bahwa ia bersama peneliti lain sedang menyiapkan klarifikasi. Unggahan tersebut kemudian hilang setelah akun media sosialnya ditutup.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Viral Dosen Serang Mahasiswi saat Orasi, BEM UNY Buka Suara"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads