10 Ilmuwan Indonesia yang Jadi Guru Besar di Luar Negeri

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 25 Agu 2021 10:00 WIB
Prof. Taifo Mahmud, ilmuwan Indonesia di AS menjelaskan kerja sama ilmuwan untuk mengajar mahasiswa di Indonesia selama pandemi.
Prof. Taifo Mahmud, guru besar sekaligus ilmuwan Indonesia di AS yang mengajar mahasiswa di Indonesia selama pandemi. Foto: Kanal Youtube Universitas Sebelas Maret
Jakarta -

Tahukah kamu kalau banyak ilmuwan Indonesia menjadi guru besar di kampus-kampus luar negeri? Para ilmuwan tersebut mengajar, meneliti, dan menghasilkan temuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Selama pandemi, 47 ilmuwan Indonesia di luar negeri mengajar mahasiswa di tanah air sesuai bidang keilmuannya secara virtual. Kuliah daring ini dilaksanakan atas kerjasama Kedutaan Besar Indonesia di Washington, D.C, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, dan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional Amerika Serikat dan Kanada (I-4 US-Canada).


Rupanya, di antara ilmuwan diaspora yang mengajar dalam semangat Merdeka Belajar tersebut, ada sejumlah ilmuwan yang menjadi guru besar di perguruan tinggi luar negeri. Siapa saja?

Berikut ilmuwan Indonesia yang menjadi guru besar di luar negeri seperti dirangkum detikEdu dari masing-masing situs perguruan tinggi.


1. Taifo Mahmud

Prof. Taifo Mahmud, ilmuwan Indonesia di Amerika Serikat.Prof. Taifo Mahmud, ilmuwan Indonesia di Amerika Serikat. Foto: Dok. Oregon State University


Taifo Mahmud adalah profesor, peneliti dan dosen farmasi dan kimia di Oregon State University.

Riset alumnus S1 Farmasi Universitas Sumatra Utara ini di antaranya berfokus pada kimia bioorganik dan produk alami, biosintesis metabolit sekunder mikroba, dan antarmuka genetika molekuler, enzimologi, serta kimia untuk membuat dan mengembangkan senyawa aktif farmasi baru, seperti dikutip dari situs Oregon State University.

2. Teruna Siahaan

Teruna Siahaan, guru besar dan ilmuwan Indonesia di Amerika Serikat.Teruna Siahaan, guru besar dan ilmuwan Indonesia di Amerika Serikat. Foto: Dok. Kansas University School of Pharmacy/Kelsey Kimberlin


Teruna Siahaan adalah profesor, peneliti, dan pengajar kimia di Kansas University School of Pharmacy, Amerika Serikat.

Riset alumnus S1 Kimia Universitas Indonesia ini di antaranya berfokus pada pemanfaatan dan modulasi molekul adhesi sel pada permukaan sel untuk penghantaran obat yang ditargetkan ke jenis sel tertentu dan untuk meningkatkan permeasi obat melalui mukosa usus dan blood-brain barrier (BBB), seperti dikutip dari laman KU School of Pharmacy.

3. Taufik

Taufik, ilmuwan Indonesia di Amerika Serikat.Taufik, ilmuwan Indonesia di Amerika Serikat. Foto: Dok. California Polytechnic State University

Taufik adalah profesor penuh, peneliti, dosen, dan Director of Electric Power Institute, California Polytechnic State University. Area riset alumnus Electrical Engineering, Northern Arizona University ini di antaranya yaitu power electronics, power systems, rural electrification, energy harvesting, energi terbarukan, dan smart grid.


Bersama rekannya, Taufik memperoleh sejumlah paten. Salah satunya yaitu paten bersama Owen Jong, "Multiple Input Single Output DC-DC Converter with Equal Load Sharing on the Multiple Inputs", US Patent No. 10,404,061.

4. Ridwan Sakidja

Ridwan Sakidja, ilmuwan Indonesia di AS.Ridwan Sakidja, ilmuwan Indonesia di AS. Foto: Dok. Missouri State University/Kevin White


Ridwan Sakidja adalah profesor, peneliti, dan dosen Physics and Material Sciences, Missouri State University.

Riset alumnus Metallurgical Engineering with Materials Science Option, University of Wisconsin-Madison, AS ini berfokus pada percepatan proses pembuatan database properti fisik dengan mengintegrasikan protokol penambangan data yang digerakkan secara statistik ke dalam berbagai pendekatan pemodelan termasuk struktur elektronik berbasis DFT dan perhitungan docking molekuler.

5. Abidin Kusno

Abidin Kusno, ilmuwan Indonesia di AS.Abidin Kusno, ilmuwan Indonesia di AS. Foto: Dok. AMINEF


Abidin Kusno adalah profesor, peneliti, dan Director of York's Centre of Asian Research (YCAR), Faculty of Environmental Studies, York University.

Riset ilmuwan alumnus S1 Arsitektur Universitas Kristen Petra ini mencakup kota-kota global, urban-suburbanisme, ilmu politik dan budaya, sejarah dan teori arsitektur, desain dan perencanaan ruban, nasionalisme, kolonialisme dan postkolonialisme, dan Asian studies.


Lalu siapa lagi 5 Ilmuwan Indonesia yang Jadi Guru Besar di Luar Negeri? >>>

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia