Mantap, 6 Ilmuwan Paling Muda di Dunia yang Karyanya Diakui Internasional

Rosmha Widiyani - detikEdu
Minggu, 22 Agu 2021 18:28 WIB
Gitanjali Rao
Foto: Twitter Gitanjali Rao/Mantap, 6 Ilmuwan Paling Muda di Dunia yang Karyanya Diakui Internasional.
Jakarta - Ilmuwan tak selalu identik dengan usia yang tak lagi muda, penampilan monoton, dan selalu serius. Kecintaan terhadap ilmu pengetahuan bisa tumbuh sejak muda, hingga menghasilkan karya luar biasa.

Pada awal 2021, dunia mengakui kehebatan Umair Masood yang baru berusia 21 tahun. Masood adalah mahasiswa Comsats University Islamabad yang menerima penghargaan Young Scientist Award 2021.

"Terima kasih kepada Allah SWT yang Maha Kuasa dan orang tua hingga aku bisa meraih penghargaan ini, atas kontribusi di bidang bioteknologi," kata Masood dikutip dari The News.

Masood aktif meneliti di bidang teknik molekular diagnostik hingga diganjar award bergengsi tersebut. Masood bersaing dengan perwakilan 120 negara lain dalam kompetisi internasional ini.

Selain Masood, dunia juga telah menyaksikan beberapa bakat cemerlang lain dalam ilmu pengetahuan. Para ilmuwan ini sanggup berkarya meski baru berusia remaja. Berikut daftarnya,

Lima ilmuwan termuda dunia dan karyanya:

1. Kara Fan

Fan baru berusia 14 tahun saat memenangkan top prize pada 3M Young Scientist Challenge 2019. Saat itu remaja asal California ini bersekolah di Mesa Verde Middle School kelas delapan.

Inovasi Kara Fan adalah Nano-Silver Liquid Bandage Innovation untuk mengurangi penggunaan antibiotik. Dikutip dari business wire, perban ini menerapkan nano-silver technology dari ekstrak daun lemon yang bisa menekan pertumbuhan bakteri.

2. Gitanjali Rao

Rao berusia 15 tahun saat mendapat penghargaan Kid of The Year 2020 dari majalah Time. Dia bersekolah di STEM School Highlands Ranch yang berlokasi di Denver, AS. Dia baru berusia 10 tahun saat memulai riset pertama.

Riset tersebut adalah penggunaan carbon nanotube sensor technology, untuk mengetahui kandungan racun dalam air. Dia juga merancang aplikasi Kindly untuk mendeteksi cyber bullying sejak dini. Dalam wawancara dengan Angelina Jolie, Rao mengatakan memperoleh inspirasi dari MIT Tech Review yang selalu dibaca.

3. Jamie Edwards

Dikutip dari The Guardian, Edwards baru berusia 13 tahun saat menciptakan reaksi fusi pertamanya di laboratorium sekolah. Laboratorium nuklir ini dibangun dengan keamanan dan suplai energi baik untuk mencegah radiasi atau risiko lain.

Edwards berhasil menggabungkan dua atom hidrogen yang menciptakan helium. Menurutnya reaksi itulah yang terjadi di matahari dan bintang dalam galaksi. Dengan dasar itulah dia menyebut risetnya sebagai Star In a Jar.

4. Carson Huey-You

Dikutip dari laman Texas Christian University (TCU), Huey-You adalah ilmuwan bidang fisika kuantum yang lahir pada 2002. Dia baru berusia 14 tahun saat menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 pada 2019.

"Ini adalah langkah yang besar. Mulai dari S1 hingga S2, dari pendidikan master dan nantinya Ph D, ini adalah langkah pertama dari banyak cerita lainnya," kata Huey You yang sempat mengambul pendidikan Mandarin Chinese dan matematika.

5. Alyssa Carson

Carson yang lahir pada 2001 dikenal dengan sebutan Astronaut Blueberry. Figurnya cukup terkenal di Amerika sebagai pelajar, aktivis, dan space enthusiast. Dia adalah orang pertama yang menerima NASA Passport Program.

Saat bersekolah di Baton Rouge International School, dia menyelesaikan tugas akademiknua dalam empat bahasa. Dalam usia 19 tahun dia sudah menghadiri tiga peluncuran pesawat luar angkasa, tujuh kali space camps, tiga kali space acedemy, dan lulus Advanced Space Academy termuda.

Gimana detikers, semoga tulisan ini bisa menginspirasi kamu semua ya. Terutama yang mau jadi ilmuwan.

Simak Video "Reaksi Warga Jepang Setelah Ilmuwannya Raih Nobel"
[Gambas:Video 20detik]
(row/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia