Lima profesor dan satu adjunct professor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil masuk ke dalam World's Top 2% Scientists 2026 yang disusun oleh Stanford University dan Elsevier. Ada ratusan sitasi yang berhasil didapat oleh mereka.
Salah satu peneliti ITS yang masuk dalam jajaran ini, Prof Riyanarto Sarno mengatakan, kontribusi keilmuan dalam bidang publikasi sifatnya fluktuatif. Meski begitu, kunci agar bisa tetap masuk ke dalam top 2% ilmuwan dunia adalah rutin mengirimkan publikasi ke jurnal terpercaya.
"Banyak peneliti yang menggunakan jurnal predator hanya untuk sekadar bisa publikasi tanpa adanya peer-review yang ketat," jelasnya, dikutip dari ITS pada Kamis (15/10/2026).
Deretan Profesor ITS dalam World's Top 2% Scientists 2026
Berikut ini nama lima ilmuwan yang memiliki afiliasi utama dengan ITS:
- Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno, MSc, PhD dari Departemen Teknik Informatika
- Prof Tohari Ahmad, SKom, MIT, PhD dari Departemen Teknik Informatika
- Prof Adi Setyo Purnomo, SSi, MSc, PhD dari Departemen Kimia
- Prof Suprapto, SSi, MSi, PhD dari Departemen Kimia
- Prof Dr Ir Mahfud, DEA dari Departemen Teknik Kimia ITS.
Berdasarkan daftar career-long 2026, Prof Riyanarto yang telah beberapa kali masuk dalam daftar ini, menjadi satu-satunya nama yang tertulis dalam dua kategori. Selama 2025, ia mendapatkan 841 sitasi di bidang kecerdasan buatan (AI) dan image processing.
Kemudian, Prof Tohari mendapatkan 660 sitasi, juga dalam dua bidang yang tersebut. Ada juga Prof Mahfud dengan bidang keilmuan general physics memperoleh 475 sitasi.
Dari kelompok ilmu murni, Prof Adi memperoleh 473 sitasi dan Prof Suprapto memperoleh 338 sitasi. Keduanya juga tercatat dalam bidang keilmuan general physics.
Sementara, satu adjunct profesor yang merupakan akademisi dari University of Kitakyushu, yang berafiilasi dengan ITS, juga masuk dalam jajaran Top 2% Scientists ini. Ia adalah Prof Weijun Gao.
Pada kolom afiliasi basis data, Stanford merujuk pada institusi terakhir yang tercatat. Oleh sebab itu, Prof Weijun Gao berkaitan dengan dua nama insitutusi sekaligus.
Prof Riyanarto mengatakan ilmuwan harus rutin mengunggah publikasi untuk kebermanfaatan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat uang ia maksud adalah menjadi fundamental research untuk suatu inovasi yang bisa dipatenkan dan diproduksi massal. Sehingga, orientasi menerbitkan karya ilmiah tidak cuma terpaku pada capaian prestasi, melainkan untuk kebermanfaatan.
Simak Video "Video: Momen Merah Putih Gantikan Bendera Italia di KRI Sriwijaya-100"
(nah/twu)