Tahun ini ada sebanyak enam peneliti Universitas Sumatera Utara (USU) yang masuk ke dalam jajaran Top 2% World Scientists 2026. Mereka berasal dari keilmuan yang beragam.
Top 2% World Scientists merupakan daftar yang dikeluarkan oleh peneliti dari Stanford University dengan data penerbit ilmiah Elsevier. Daftar ini menjadi bukti kontribusi riset seorang peneliti di kancah global.
Penilaian didasarkan pada jumlah sitasi, produktivitas h-index, kolaborasi riset, hingga dampak dari risetnya. Ada siapa saja dosen USU yang masuk daftar?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daftar Peneliti USU yang Masuk Top 2% World Scientists
1. Prof Dr Eng Himsar Ambarita ST MT ("Career Long" Data) dari keilmuan material.
2. Prof Drs Mahyuddin KM Nasution MIT PhD ("Career Long" Data) dari keilmuan teknologi dan komunikasi
3. Prof Dr Apri Heri Iswanto SHut MSi ("Single Year" Data) keilmuan teknik mesin dan transportasi
4. Prof Mohammad Basyuni SHut MSi PhD ("Single Year" Data) keilmuan teknik mesin dan transportasi
5. Prof Saharman Gea SSi MSi PhD ("Single Year" Data) dari keilmuan fisika dan astronomi
6. Prof Dr Iskandar Muda ("Career Long" Data) dari keilmuan akuntansi dan keuangan.
Tentang Top 2% World Scientists
Prof Dr Apri Heri Iswanto menjelaskan bahwa pemeringkatan Top 2% World Scientist tidak hanya melihat jumlah publikasi, tetapi juga dampak dari karya ilmiah yang dipublikasikan.
"Penilaian dilakukan menggunakan sejumlah indikator bibliometrik yang menggambarkan pengaruh publikasi ilmiah seorang peneliti," tuturnya dikutip dari laman USU, Selasa (13/10/2026).
Penilaian lainnya adalah c-score yang meliputi sitasi total, h-index, hm-index yang disesuaikan dengan jumlah penulis, serta sitasi ketika peneliti berperan sebagai penulis tunggal, penulis pertama, dan penulis terakhir.
Dalam penilaian pun, Elsevier dan Stanford hanya menilai artikel ilmiah yang terindeks di Scopus. Selain itu, penilaian juga dilakukan berdasarkan career long impact dan single year impact.
Career long impact menunjukkan dampak sitasi seorang peneliti sepanjang karier mereka meneliti. Sementara single year impact menunjukkan dampak sitasi yang diterima dalam satu tahun kalender.
