×
Ad

UGM Kembangkan Smart Waste Bin, Pemilah Sampah Cerdas Berbasis AI

Nikita Rosa - detikEdu
Kamis, 08 Okt 2026 11:30 WIB
UGM Kembangkan Smart Waste Bin Berbasis AI. (Foto: UGM)
Jakarta -

Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan perangkat pemilahan sampah berbasis AI bernama Smart Waste Bin. Alat ini dinilai mampu mengindetifikasi dan memilah sampah berdasarkan jenis, berat, hingga menghitung emisi karbon.

Pembuat Smart Waste Bin, Luluk Lusiantoro PhD, mengatakan Smart Waste Bin merupakan salah satu perangkat dalam ekosistem WESTA (AI-Powered Waste Circular Ecosystem). Alat ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahan pemisahan sampah yang biasanya dilakukan secara manual.

"Sering kita jumpai masih ada kesalahan dalam pemilahan sampah meskipun sudah disediakan tempat sampah organik, anorganik, dan residu. Nah kami ingin meminimalisasi kesalahan tersebut menggunakan AI sehingga nanti yang punya sampah tinggal memasukan ke smart bin. Selanjutnya AI akan melakukan sortasi secara otomatis," papar dosen Departemen Manajemen FEB UGM itu dalam laman resmi UGM dikutip Kamis (8/10/2026).

Smart Waste Bin saat ini dikembangkan bersama Qubit Instrument (CV Bumi Lestari) untuk mengenali tiga kategori sampah, yaitu organik, anorganik, dan residu. Ke depan, klasifikasi akan diperluas sehingga perangkat dapat mengenali lebih banyak jenis sampah, termasuk kategori bahan berbahaya dan beracun (B3).

Pemilah Sampah yang Tersambung ke Aplikasi

Smart Waste Bi terintegrasi dengan aplikasi WESTA. Dengan integrasi tersebut, data hasil identifikasi sampah bisa dilihat melalui perangkat maupun aplikasi mobile yang sedang dikembangkan untuk Google Play Store.

Informasi hasil deteksi mencakup kategori sampah, estimasi berat, serta pengurangan jejak karbon dalam satuan kilogram CO₂e. Selain itu, pengguna juga dapat mengetahui merek produk yang terdapat pada sampah.

"Kenapa merek itu penting? Karena data itu nanti bisa kita sampaikan kembali kepada perusahaan-perusahaan yang menghasilkan sampah di lingkungan. Harapannya, ini dapat mendukung prinsip Extended Producer Responsibility, yaitu produsen yang menghasilkan produk juga ikut bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan," tuturnya.

Sistem Insentif Sampah

Smart Waste Bin juga dikembangkan untuk mendukung sistem insentif, terutama bagi sampah bernilai ekonomi seperti botol plastik. Sampah yang teridentifikasi dapat dikonversi menjadi poin.

"Saat ini fitur penukaran poin dengan reward masih dalam tahap pengembangan," jelasnya.

Hingga Agustus 2026, instalasi elektronik telah diselesaikan dan pada 18 Agustus seluruh fungsi perangkat telah terintegrasi dengan aplikasi serta model AI.



Simak Video "Video: 'Revolusi Pengelolaan Sampah' ala Walkot Solo Respati Ardi"

(nir/nwk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork