×
Ad

Tak Lolos Seleksi Masuk Kampus 7 Kali, Putri Kembar Dapat Kuliah Gratis di UGM

Trisna Wulandari - detikEdu
Sabtu, 25 Jul 2026 18:00 WIB
Foto: Dok UGM
Jakarta -

Tujuh kali tak lolos seleksi masuk perguruan tinggi menguji persiapan akademik sekaligus kekuatan mental. Inilah yang dirasakan dua putri kembar asal Dukuh Klitik, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Ponorogo, Jawa Timur.

Mahmudah Lathif dan Muzdrickah Lathif (Rikah), kedua pelajar tersebut, mengaku sempat down saat belum lolos seleksi masuk kampus. Namun, upaya keduanya mengantarkan mereka diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Anak buruh serabutan dan ibu rumah tangga ini juga mendapat subsidi uang kuliah tunggal (UKT) 100 persen. Subsidi ini memungkinkan keduanya kuliah gratis hingga lulus.

Orang Tua Utamakan Pendidikan

Mahmudah dan Rikah lahir dari pasangan Meseri (48) dan Siti Rokhayati (43). Sang ayah sehari-hari menawarkan jasa pertanian pada warga sekitar yang sedang menggarap sawah.

Ia juga terkadang menjadi mandor ketika ada proyek bangunan di kota untuk mendapat pemasukan. Sementara itu, sang ibu sesekali ikut ke sawah untuk menambah penghasilan rumah tangga.

Ketika melahirkan anak kembar, keduanya bersepakat untuk cukup memiliki dua anak. Harapannya, mereka dapat memberikan yang terbaik dan sang anak bernasib lebih baik.

Untuk mengupayakannya, Mahmudah dan Rikah sudah dikenalkan pada buku dan latihan menulis sejak sebelum TK. Ayah dan ibunya menekankan, sekolah adalah jalan keluar dari nasib mereka saat ini.

"Setidaknya jangan sampai seperti orang tua, tidak punya penghasilan tetap untuk menjamin kesejahteraan keluarga," kata Siti, dikutip dari laman UGM, Kamis (23/7/2026).

Mengikuti pesan orang tuanya, Mahmudah dan Rikah tekun belajar dan aktif berkompetisi. Sejak SD di SDN 3 Krebet, Ponorogo, keduanya selalu masuk ranking tiga besar di kelas dan sering berebut posisi ranking satu.

Mahmudah sendiri mengantongi 18, sedangkan Rikah 14, mulai dari olimpiade tingkat karesidenan sampai juara esai dan poster tingkat nasional. Mengikuti kompetisi bantu mereka menyiapkan mental untuk mampu bersaing.

"Dalam kompetisi memanglah kemenangan itu selalu ada, begitu juga dengan kekalahan," kata Mahmudah.




(twu/pal)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork