Dibesarkan Ibu Single Parent, Alifia Tembus UGM dan Raih Beasiswa Kuliah

ADVERTISEMENT

Dibesarkan Ibu Single Parent, Alifia Tembus UGM dan Raih Beasiswa Kuliah

Cicin Yulianti - detikEdu
Senin, 20 Jul 2026 11:15 WIB
Alifia Citra Ayuningtyas, Lulusan CT Arsa yang tembus UGM dan Raih Beasiswa Paragon.
Foto: UGM/Alifia Citra Ayuningtyas, Lulusan SMAU CT Arsa yang tembus UGM dan Raih Beasiswa Paragon.
Jakarta -

Alifia Citra Ayuningtyas merupakan calon mahasiswa yang dibesarkan oleh seorang ibu yang harus menanggung tiga anak sendirian. Latar belakangnya membuat Alifia semangat untuk masuk kuliah karena ia yakin bahwa pendidikan adalah caranya untuk memperbaiki nasib keluarga.

Keyakinan tersebut mengantarkan Alifia diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia diterima di program studi Agronomi, Fakultas Pertanian, UGM. Setelah masuk UGM, Alifia juga berhasil mendapatkan beasiswa kuliah.

Tak hanya diterima, Alifia berhasil mendapatkan beasiswa- melanjutkan prestasi yang sudah diraihnya selama bersekolah. Hal ini membuat ia jarang menyusahkan ibunya perihal biaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekolah Gratis di SMAU CT Arsa

Alifia merupakan lulusan dari SMA Unggulan CT ARSA Foundation. Di sekolah tersebut, siswanya belajar tanpa biaya alias diberi beasiswa penuh.

Selama sekolah, Alifia juga aktif dalam berbagai kegiatan seperti organisasi jurnalistik dan Dewan Ambalan VI Gudep SMA Unggulan CT ARSA Foundation.

ADVERTISEMENT

Bahkan, ia juga pernah menjadi English Ambassador SMA Unggulan CT ARSA Foundation. Prestasi Alifia juga terlihat di bidang bisnis dengan perolehan Juara III Lomba Business Model Canvas.

Sederet prestasi tersebut membuat Alifia tembus UGM lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Walau demikian, Alifia masih tak menyangka bisa tembus UGM lewat jalur tersebut.

"Saya ingat, jam 3 sore. Yang membukakan pengumuman saat itu adik saya, adik saya teriak 'lolos kak, alhamdulillah!'. Bersyukur, saya lolos di pilihan agronomi," ujarnya, dikutip dari laman UGM, Minggu (19/7/2026).

Dapat Beasiswa Kuliah

Mulanya Alifia memilih UGM karena kondisi ekonominya. Menurutnya, biaya kuliah di UGM cukup terjangkau dibandingkan dengan kampus lain.

Pasalnya, UGM terletak di daerah dengan biaya hidup terjangkau. Akan tetapi, tiada disangka, ternyata Alifia diberikan beasiswa oleh kampus dan mitra kampus.

"Saya sangat bersyukur. Saya yang hanya bekerja sebagai buruh lepas dan asisten rumah tangga dengan penghasilan yang sangat terbatas. Alhamdulillah, sekarang Fia bisa sampai di titik ini, diterima di UGM, masih mendapat dukungan, dan diperkenalkan dengan Paragon. Semoga Allah membalas semua kebaikan beliau-beliau," tutur sang ibu, Martini.

Alifia mengungkap bahwa walau sudah ada beasiswa, ia masih memikirkan biaya lain yang harus dipenuhi. Mulai dari transportasi hingga kebutuhan perkuliahan.

Namun, ia berharap akan selalu ada jalan. Ia optimis bisa berkuliah dan akan semangat, tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

"Kadang aduh gimana ya besok. Mungkin untuk beasiswanya dapat, untuk biayanya ya dari beasiswa, tetapi untuk kebutuhan sehari-hari seperti transportasi dari rumah, kan motornya cuma satu. Kalau mau ngekos pun harus ada biaya. Tapi bismillah saja dulu, bagaimana nanti Tuhan kasih jalan," ujar Martini.

Alifia berpesan kepada siswa lain yang juga mau masuk PTN impian untuk tidak berkecil hati karena biaya. Ia yakin bahwa jika berusaha, pasti selalu ada jalan untuk memenuhi keterbatasan biaya.

"Jangan takut untuk mencoba semua hal. Meskipun kita belum tahu hasilnya seperti apa, suatu hari nanti pengalaman itu akan menjadi cerita, penyemangat, atau membentuk karakter kita menjadi lebih kuat. Jadi, jangan takut bermimpi setinggi apa pun, karena selalu ada jalan bagi mereka yang terus berusaha," tutupnya.



(cyu/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads