×
Ad

Kisah Imas Berangkat dari Keterbatasan, Menembus Beasiswa LPDP

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 09 Jun 2026 08:00 WIB
Sosok Imas, Mahasiswa Magister Unair. (Foto: Laman Resmi Unair)
Jakarta -

Perjalanan Imas menggapai cita-cita bukanlah cerita yang mulus. Namun, ia membuktikan jika mimpi besar masih bisa terwujud meski di tengah keterbatasan keluarga.

Imas lahir di keluarga yang sederhana. Ayahnya adalah lulusan SD sementara ibunya menamatkan pendidikan SMP. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatImas mengejar pendidikan setinggi mungkin.

Pengalaman Imas mencicipi bangku pendidikan tinggi resmi dimulai pada tahun 2018. Saat itu, ia diterima di S1 Kesehatan Masyarakat dengan Beasiswa Bidikmisi.

Selama menempuh pendidikan S1, Imas tidak ingin sekadar menjadi mahasiswa yang datang ke kelas lalu pulang. Ia berkomitmen memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.

Imas memanfaatkan waktunya untuk mengikuti berbagai organisasi intra kampus, mulai dari organisasi kerohanian di tingkat fakultas hingga universitas, serta organisasi keilmiahan yang mendukung pengembangan akademiknya.

Pengabdian di Luar Kampus

Di luar kampus, Imas aktif dalam komunitas sosial Jareeya, pelopor pengelolaan mushaf Al-Qur'an yang tidak layak pakai. Aktivitas ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusinya kepada masyarakat.

Dikutip dariUnair, ia pernah meraih prestasi sebagai Juara 2 lomba poster nasionalFULDFK Indonesia tahun 2020 dan sering terlibat project dosen.

Di bidang sosial, kiprah Imas semakin luas. Ia semakin aktif dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat bersama dosen, serta terpilih sebagai bagian dari Pejuang Muda pada 2021 penempatan di Sulawesi Tenggara.

Ia juga bertanggung jawab sebagai koordinator komunitas Gerakan Mengabdi dan Mengajar. Dalam kesempatan itu, Imas menggagas program Robwah Social Expedition yang telah menebar manfaat di Ponorogo, Tulungagung, dan Banyuwangi.

Meraih Beasiswa LPDP

Setelah menyelesaikan studi sarjana, Imas sempat bekerja sebagai sekretaris program studi serta admin di Komite Koordinasi Pendidikan di RSUD Dr Soetomo. Pengalaman ini memberinya wawasan baru tentang dunia kerja.

Berbagai pengalaman tersebut akhirnya mengantarkanImas meraih beasiswaLPDP. Saat ini, ia tengah menempuh pendidikan S2 Kesehatan Masyarakat di UniversitasAirlangga.

Bagi Imas, pencapaian ini bukan sekadar keberhasilan pribadi, tetapi juga amanah untuk terus bermanfaat bagi masyarakat. Ia merasa memiliki tanggung jawab besar untuk membalas kebaikan yang telah diberikan oleh negara dan masyarakat kepadanya.

Imas juga berpesan kepada mahasiswa untuk benar-benar memanfaatkan masa kuliah. Menurutnya, belajar tidak hanya terbatas pada buku dan ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman organisasi, jejaring, pengembangan soft skills, serta kontribusi nyata kepada masyarakat.

"Empat tahun adalah waktu yang cukup panjang untuk membentuk diri. Jangan biarkan masa itu hanya diisi dengan kesenangan yang minim makna. Masa depan sebenarnya sudah dimulai sejak kita duduk di bangku kuliah," ujarnya.



Simak Video "Video: Isyana Sarasvati Bantah Pernah Terima Beasiswa LPDP"

(nir/nah)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork