×
Ad

Legenda NBA Shaquille O'Neal Raih Gelar Master Kedua

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Rabu, 20 Mei 2026 18:30 WIB
Legenda NBA Shaquille O'Neal raih gelar master di usia 54 tahun. Ini gelar keempat yang ia kantongi. Foto: YouTube LSU
Jakarta -

Belajar tak mengenal usia dan status. Kalimat ini cocok untuk menggambarkan Shaquille O'Neal, seorang legenda basket NBA yang baru diwisuda dari Louisiana State University (LSU), Amerika Serikat.

Mengenakan toga dan berdiri di barisan wisudawan lain, O'Neal meraih gelar pendidikan tinggi keempatnya pada wisuda Mei 2026. Pada usianya yang telah menginjak 54 tahun, ia berhasil meraih gelar Master of Arts in Liberal Arts (MALA) dari College of Humanities & Social Sciences LSU.

"Lanjutkan untuk terus berbuat baik. Tetaplah rendah hati. Rayakan seberapa jauh kalian telah melangkah, tetapi teruslah berjuang untuk apa yang ada di depan," pesannya saat memberikan pidato di hadapan wisudawan lain di Pete Maravich Assembly Center, dikutip dari laman LSU, ditulis Rabu (20/5/2026).

Profil dan Pendidikan Shaquille O'Neal

Shaquille O'Neal lahir pada Maret 1972 dan kini berusia 54 tahun. Di dunia olahraga dan hiburan, ia dikenal sebagai salah satu pemain paling dominan dalam sejarah NBA.

Melansir laman LSU Sport, O'Neal semula kuliah S1 di LSU dan lanjut bergabung sebagai pemain bola basket kampus mulai musim 1989-1990. Ia bermain selama tiga tahun, sebelum akhirnya masuk dalam rekrutmen NBA Draft pada 1992.

Selama aktif sebagai atlet kampus, ia dikenal berprestasi dan sempat meraih penghargaan AP Player of the Year pada 1991. Dikutip dari laman People, ia kelak meraih gelar Bachelor of General Studies pada tahun 2000.

Setelah itu, O'Neal terus berkomitmen melanjutkan pendidikan tinggi di sela-sela kesibukannya. Kini, ia mengantongi empat gelar akademik, mulai dari Bachelor of General Studies (2000), Master of Business Administration (2005), Doctor of Education (2012), dan Master of Arts in Liberal Arts (2026).

Untuk proyek tugas akhir atau tesis dalam gelar master terbarunya, O'Neal mengembangkan penelitian berjudul "Interdisciplinary Approach to Mentorship through the lens of the epic poem 'The Odyssey'". Ia berharap tesis ini bisa mendukung perannya sebagai mentor bagi para atlet muda.

Pesan untuk Atlet Muda: Pendidikan dan Kelola Uang

Sebagai sosok legenda yang telah sukses di dunia basket, O'Neal memberikan pesan penting bagi generasi muda, khususnya para atlet mahasiswa terkait fenomena NIL (Name, Image, and Likeness).

Dikutip dari laman NCSA Sports, NIL merupakan hak yang memungkinkan atlet pelajar untuk mendapatkan uang dari nama, gambar, dan visual mereka sambil tetap mempertahankan kelayakan sebagai atlet. Aturan NIL dapat berbeda-beda di berbagai wilayah, sekolah, dan badan.

la menyoroti bahwa setiap anak muda harus memiliki bekal pendidikan yang kuat agar tidak buta dalam mengelola finansial.

"Kita bicara tentang NIL, apa yang terjadi sekarang. Orang-orang selalu melihat uangnya terlebih dahulu, padahal Anda harus memiliki pendidikan tentang bagaimana cara mengelola uang tersebut," pesannya.

Menurutnya, pendidikan tinggi bukan sekadar soal gengsi, melainkan contoh nyata bagi generasi masa depan, termasuk untuk keenam anaknya, yakni Taahirah, Myles, Shareef, Shaqir, Amirah, dan Me'arah.

"Jadi saya ingin anak-anak saya dan mereka yang mengikuti saya berkata, 'Oke, dia berpendidikan. Mungkin saya juga harus melakukannya'," tutur sang legenda.

Perjalanan Karier

Sebelum pensiun dan fokus pada dunia bisnis, O'Neal memulai karier profesionalnya di NBA setelah dipilih sebagai urutan nomor 1 oleh Orlando Magic pada NBA Draft 1992. Dia kemudian menjelma menjadi salah satu bintang terbesar liga dan berhasil meraih berbagai gelar juara NBA, termasuk saat membela Los Angeles Lakers.

Belasan tahun berselang setelah kelulusan sarjananya, ia mengukuhkan posisinya di luar lapangan dengan aktif di dunia penyiaran olahraga sebagai analis di tayangan ikonik TNT/ESPN. Karier dan dedikasinya terus diapresiasi hingga namanya diabadikan dalam bentuk patung perunggu di plaza olahraga LSU pada September 2011.

Di luar lapangan basket, O'Neal di antaranya memiliki waralaba, kemitraan, dan menjadi ambassador brand, mulai dari bidang kuliner hingga kebugaran, dikutip dari L'express Franchise. Lewat studi, pengalaman karier, dan bisnisnya, ia mempraktikkan pesannya pada atlet muda akan pendidikan dan mengelola keuangan.



Simak Video "Video Sentilan Pramono Buat Atlet DKI saat Resmikan Gedung Baru Dispora"

(crt/twu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork