Gallaudet Eleven tercatat sebagai kelompok pahlawan tersembunyi yang memegang peran vital bagi riset Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA). Kelompok yang terdiri dari 11 teman Tuli ini belakangan kembali disorot oleh aktor dan aktivis Tuli, Nyle DiMarco.
Di bidang antariksa, Gallaudet Eleven tercatat telah menjalani berbagai eksperimen fisik ekstrem pada masanya. Keterlibatan mereka membantu ilmuwan NASA mengungkap sekaligus mencari solusi atas dampak kondisi tanpa bobot terhadap tubuh manusia di luar angkasa.
Kelak, data dari pengorbanan Gallaudet Eleven menjadi fondasi penting bagi keberhasilan misi luar angkasa berawak NASA, termasuk Artemis II. Bagaimana kisahnya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NASA Merekrut Teman Tuli
Pada akhir 1950-an, NASA dan U.S. Naval School of Aviation Medicine berupaya memahami dampak gravitasi nol terhadap tubuh manusia. Dalam upaya tersebut, mereka merekrut 11 teman Tuli dari Gallaudet University.
Kelompok yang kemudian dikenal sebagai Gallaudet Eleven ini beranggotakan 11 pria tuli, yaitu Harold Domich, Robert Greenmun, Barron Gulak, Raymond Harper, Jerald Jordan, Harry Larson, David Myers, Donald Peterson, Raymond Piper, Alvin Steele, serta John Zakutney, dikutip dari IFL Science.
Sebagian besar dari mereka kehilangan pendengaran sejak dini akibat meningitis, yang merusak sistem vestibular di telinga dalam. Kondisi ini membuat mereka relatif kebal terhadap mabuk perjalanan (motion sickness).
Eksperimen di NASA
Selama satu dekade, para relawan ini menjalani berbagai eksperimen ekstrem guna menguji batas ketahanan fisik manusia. Dalam salah satu uji coba, empat di antaranya harus tinggal selama 12 hari di dalam ruangan yang terus berputar.
Mereka juga menjalani pengujian menggunakan alat pemutar (centrifuge) berkecepatan tinggi untuk mensimulasikan gravitasi ekstrem (hypergravity). Selain itu, mereka ikut dalam penerbangan parabolik atau "Vomit Comet", yakni manuver pesawat yang menciptakan kondisi tanpa bobot selama beberapa saat.
Dalam salah satu contoh yang cukup terkenal, eksperimen dilakukan di atas kapal feri yang melintasi ombak ganas. Para anggota Gallaudet Eleven tetap santai bermain kartu, sementara para ilmuwan justru mabuk laut parah hingga eksperimen terpaksa dihentikan.
Kontribusi bagi NASA
Melalui ketahanan dan dedikasi mereka, Gallaudet Eleven memberikan wawasan berharga yang tidak dimiliki oleh individu dengan sistem keseimbangan normal. Temuan ini membantu ilmuwan memahami adaptasi tubuh manusia di lingkungan luar angkasa.
NASA mengakui peran besar Gallaudet Eleven dalam memperluas pemahaman medis tentang mabuk perjalanan dan adaptasi tubuh di luar angkasa. Tanpa kontribusi mereka, pemahaman ilmuwan mengenai respons tubuh manusia terhadap mikrogravitasi dan gangguan keseimbangan mungkin belum cukup berkembang untuk mendukung misi jangka panjang di stasiun luar angkasa.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(crt/faz)











































