Mahasiswa Asal Jember Ini Sukses Kerja di Perusahaan Elon Musk, Apa Rahasianya?

Anatasia Anjani - detikEdu
Sabtu, 04 Jun 2022 11:00 WIB
Kevin Nizam Nabila, WNI Pertama yang Kerja di Pabrik Tesla Jerman
Kevin, mahasiswa asal Jember yang bekerja di Tesla. Foto: Istimewa
Jakarta -

Kevin Nizam Nabila, mahasiswa asal Jember tersebut berhasil kerja di perusahaan mobil milik Elon Musk yaitu Tesla. Saat ini Kevin bekerja di pabrik Gigafactory Tesla di Berlin, Jerman.

Pabrik ini baru resmi beroperasi pada Maret 2022. Pabrik tersebut terletak di kota kecil Grunheide yang memproduksi Tesla Model Y dan baterai.

Menurut keterangan yang diterima detikEdu, Kevin juga adalah orang Indonesia pertama yang bekerja di pabrik Tesla Herman.

"Bangga bisa menjadi pegawai Tesla apalagi baru Kevin orang Indonesia pertama di sini. Hal lain yang membanggakan karena perusahaan Tesla ini mendukung keramahan lingkungan dan bangga lah kita bisa ikut serta menjaga kehijauan bumi," ujar Kevin.

Kevin mengaku sangat bangga karena dapat menjadi perwakilan Indonesia di tengah ekspansi Tesla di seluruh dunia dan persaingan karier di era globalisasi. Saat ini Kevin menduduki posisi sebagai junior production engineer yang bertanggungjawab dalam manufaktur serta pengoperasian robot produksi dan menjaga kualitas produksi Mobil Tesla model Y.

Rahasia Kevin Dapat Bekerja di Tesla

Kevin merupakan lulusan dari Technical University Brandenburg, Jerman dan telah lulus sejak tahun 2021. Ia mengambil jurusan Wirtschaftsingenieurwesen Vertiefung im Elektrotechnik atau spesialisasi teknik elektro dan manajemen.

Setelah merampungkan S1-nya, ia mengambil studi master di University of Applied Science Brandenburg, Jerman dengan spesialisasi Energi Efisiensi Teknik. Ia mengambil pendidikan masternya sambil bekerja di pabrik perakitan mobil Tesla.

Bekerja di Tesla bukanlah perkara mudah. Awalnya pada bulan Agustus 2021, ia mengirimkan CV dan esai ke Tesla. Bulan September, ia mendapatkan panggilan wawancara via telepon.

"Beruntung saya kemudian terpilih untuk mengikuti interview kedua yang dilakukan pada bulan September," terang Mahasiswa kelahiran 7 April 1997 ini.

Kevin memaparkan, pada tahap kedua, ia diuji pengetahuannya mengenai dasar elektro dan produksi mobil. "Saya dapat melaluinya dengan baik karena memiliki pengalaman magang sebelum masuk kuliah di Mercedes Benz di kota Rastaat, Jerman," cerita Kevin.

"Saya dikabarin lulus tapi masih nunggu kontrak kerja yang lama tidak kunjung datang sampai sebelum puasa awal April 2022 Alhamdulillah kontrak datang. Alhamdulillah saya mulai bekerja sejak 16 Mei 2022 lalu," lanjut Kevin.

Kevin berharap, ke depannya dapat menjadi seorang ahli teknik dan membangun perkembangan otomotif di Indonesia.

"Harapan saya kedepan setelah nantinya menjadi ahli di Tesla, saya ingin pulang ke tanah air untuk membantu membangun Indonesia. Saya akan mencoba untuk mengambil program lanjutan dari perusahaan untuk menjadi tenaga ahli di bidang baterai mobil listrik," ujar Kevin.

Agar dunia teknik terus berkembang, Kevin menyarankan agar Indonesia perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak luar negeri dan menambahkan anggaran riset.

"Perlu kolaborasi perusahaan luar negeri dan tenaga ahli untuk mengintegrasikannya dalam mengembangkan modernisasi industri di Indonesia, serta menambahkan anggaran lebih untuk melakukan riset di bidang teknologi," ujar pegawai Tesla tersebut.



Simak Video "Elon Musk PHK Ratusan Karyawan Autopilot Tesla"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/rah)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia