Simak Tips Belajar Interaktif di Masa Pandemi yang Enjoy dari Psikolog UMP

Arbi Anugrah - detikEdu
Senin, 20 Sep 2021 10:30 WIB
Pandemi membuat siswa harus belajar secara online. Mutiara (8) pun harus rela belajar di lapak bakso orangtuanya di Petojo, Jakarta.
Foto: Rifkianto Nugroho
Banyumas -

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Banyumas Jawa Tengah Dr. Nur'aeni S, mengatakan proses kegiatan belajar pada masa pandemi COVID-19 tergolong susah-susah gampang. Pasalnya, saat ini semua telah berubah, termasuk perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari hingga proses pembelajaran yang ada.

Dia membagikan tips dari kondisi yang ada, agar bisa memberikan sedikit acuan atau panduan yang dapat digunakan pada saat melakukan proses belajar di rumah saat ini.

"Kita perlu tahu cara terbaiknya, agar dapat dihasilkan pemahaman yang pas terhadap proses kegiatan belajar tersebut. Kita mesti pinter dalam mengatur cara terbaik dalam melakukan kegiatan belajar yang ada di rumah. Proses kegiatan belajar yang benar, dapat memaksimalkan hasil belajar," kata Nur'aeni dalam pesan tertulisnya kepada wartawan di Purwokerto, Minggu (19/9) malam.

Dia mengatakan, semenjak pandemi COVID-19 mulai marak di Indonesia, pemerintah memberlakukan kegiatan belajar dari rumah. Namun, tak semua kegiatan ini terlaksana dengan baik karena ada saja kendala belajar online yang dialami oleh peserta didik.

Kegiatan belajar dari rumah ini dikenal juga dengan nama pembelajaran jarak jauh (PJJ). Ada masalah yang dialami para peserta didik dalam pelaksanaan PJJ, di antaranya menurunnya kompetensi belajar peserta didik.

Nur'aeni yang juga seorang psikolog ini menjelaskan, untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa tips yang dapat dilakukan oleh pendidik dan peserta didik, di antaranya dengan mencoba melakukan proses kegiatan belajar dengan sistem daring interaktif dan non interaktif.

Model pendidikan ini mengutamakan kecakapan atau minat peserta didik.

"Ada 3 cara atau strategi yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas dan minat belajar peserta didik pada masa seperti saat ini, yaitu, belajar dengan mengedepankan model belajar menghibur. Belajar dengan menekankan pada aspek kreativitas. Belajar dengan melibatkan peserta didik dari sebuah pembahasan materi yang lebih bersifat interaksi dua arah," jelas Nur'aeni.

Dia juga menjelaskan, pada masa seperti sekarang ini, perlunya menentukan proses belajar secara demokrasi, yakni menentukan model pembelajaran seperti apa yang akan dilakukan. Lalu tentukan standar penilaian yang berdasarkan kualitatif bukan kuantitatif.

Dengan menjalin kerjasama dengan orang tua, setidaknya dapat menjaga tingkat stres mental dan kesehatan peserta didik. Selain itu dapat menciptakan suasana yang enjoy atau menyenangkan, buatlah berbagai kondisi yang akhirnya mengandung proses belajar.

"Tips yang dapat dilakukan oleh peserta didik di antaranya, atur jadwal, buat area belajar, lakukan aktivitas fisik, luangkan waktu sosial, makan dan tidur nyenyak, hindari banyak tugas, buat rencana belajar, dan lakukan belajar," jelasnya.

Dalam proses belajar, pastikan diawali dengan berdoa, memilih waktu yang pas, buat suasana nyaman dalam belajar dan bacalah materi yang dipelajari.

"Pahami yang dibaca, ingatlah kata kuncinya, temukan hal penting dan catat, rehatlah pada waktu tertentu, belajar kelompok dan share ilmu, serta bertanyalah jika dirasa kurang mengerti," pungkasnya.



Simak Video "IMF: Pandemi Covid-19 Memperburuk Kemiskinan"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia