×
Ad

2.000 Celana Dalam Dikubur, Hasilnya Ungkap Rahasia Tanah

Kalila Untsa - detikEdu
Kamis, 17 Sep 2026 20:01 WIB
Foto: Dok. Gabriela Brändle/ Agroscope
Jakarta -

Apa jadinya kalau ribuan celana dalam dikubur selama dua bulan?

Kedengarannya memang seperti eksperimen iseng. Tapi di Swiss, para ilmuwan justru memanfaatkan celana dalam untuk melihat seberapa aktif kehidupan di dalam tanah.

Eksperimen ini dimulai pada 2021. Peneliti dari University of Zurich (UZH) bersama Agroscope, pusat penelitian pertanian federal Swiss, mengajak sekitar 1.000 warga ikut dalam proyek sains warga (citizen science) bernama Beweisstück Unterhose atau Proof by Underpants.

Para relawan kemudian mengubur lebih dari 2.000 celana dalam berbahan katun dan sekitar 12.000 kantong teh di sekitar 1.000 lokasi di seluruh Swiss seperti dikutip dari laman UZH.

Sekitar dua bulan kemudian, celana dalam dan kantong teh itu digali kembali. Para peserta memotretnya untuk melihat seberapa jauh proses penguraiannya, lalu mengirimkannya ke laboratorium bersama sampel tanah.

Dari eksperimen unik ini, peneliti bisa melihat bagaimana cara lahan digunakan dan dikelola ternyata ikut memengaruhi kehidupan di dalam tanah.
Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Plants, People, Planet.

Celana Dalam Paling Cepat Hancur di Kebun

Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang cukup jelas antara satu lokasi dan lokasi lainnya. Celana dalam paling cepat terurai ketika dikubur di kebun pribadi.

Di lokasi tersebut, peneliti juga menemukan tingkat bahan organik yang lebih tinggi. Kondisi ini menyediakan sumber makanan bagi berbagai organisme tanah, termasuk bakteri, jamur, dan cacing tanah.

Proof by Underpants"" class="p_img_zoomin" caption="Proyek sains warga (citizen science) dengan menguburkan celana dalam bernama Beweisstück Unterhose atau Proof by Underpants." />Proyek sains warga (citizen science) dengan menguburkan celana dalam bernama Beweisstück Unterhose atau Proof by Underpants. Foto: Dok. Priska Koller/ Agroscope

Sementara itu, aktivitas organisme tanah paling rendah ditemukan di halaman rumah yang ditanami rumput. Adapun lahan pertanian dan padang rumput berada di antara keduanya dalam tingkat aktivitas biologis tanah.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kondisi tanah tidak hanya dipengaruhi oleh sifat alami tanah, tetapi juga oleh bagaimana manusia menggunakan dan mengelolanya.

Penggunaan Lahan Jadi Faktor Penting

Profesor agroekologi di UZH Marcel van der Heijden, mengatakan cara tanah dikelola dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap kehidupan dan kualitas tanah.

"Tanah yang sehat dan aktif secara biologis sangat penting untuk kesuburan, siklus unsur hara, dan banyak fungsi ekosistem lainnya," ujar van der Heijden yang juga salah satu pemimpin penelitian.

Dalam analisis mereka, jenis penggunaan lahan menjadi faktor paling penting yang berkaitan dengan cepat atau lambatnya celana dalam terurai.

Apakah suatu lokasi digunakan sebagai kebun, padang rumput, lahan pertanian, atau halaman rumput ternyata dapat menjelaskan perbedaan tingkat penguraian lebih baik dibandingkan sebagian besar karakteristik tanah yang diukur.

Selain penggunaan lahan, karakteristik kimia tanah, termasuk kandungan unsur hara, juga memiliki pengaruh.

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Celana dalam yang paling cepat terurai tidak otomatis berarti kondisi tanah tersebut selalu paling baik.
Penguraian yang cepat dapat menunjukkan tingginya aktivitas organisme dan ketersediaan unsur hara. Kondisi semacam ini memang dapat menguntungkan terutama bagi produktivitas pertanian.

Tetapi pada ekosistem yang lebih alami, terlalu banyak unsur hara justru dapat menjadi tanda terganggunya keseimbangan alami.

Franz Bender, ahli agroekologi dari Agroscope sekaligus salah satu penulis penelitian, menjelaskan bahwa kandungan unsur hara yang sangat tinggi di habitat yang mendekati kondisi alami seperti hutan dapat mengindikasikan adanya gangguan terhadap keseimbangan nutrisi.

"Di habitat yang mendekati alami seperti hutan, tingkat unsur hara yang sangat tinggi dapat mengindikasikan gangguan terhadap keseimbangan nutrisi alami," kata Bender.

Hal serupa dapat terjadi di kebun. Jika bahan organik dan unsur hara terlalu melimpah, penguraian yang sangat cepat dapat menjadi petunjuk tanah menerima nutrisi berlebihan. Dalam kondisi tertentu, penggunaan pupuk mungkin perlu dievaluasi kembali.



Simak Video "Video: Kurir Narkoba Dibekuk di Makassar, Sembunyikan Sabu di Celana Dalam"

(pal/pal)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork