Cahaya merah terlihat melintasi langit Klaten dan Sleman, Jawa Tengah pada Selasa (15/9/2026). Bagaimana penjelasannya secara sains?
Menurut keterangan warga setempat, objek berwarna merah itu terlihat warga dan pengguna jalan hingga sempat diteriaki maling. Sukirno (55), mengatakan cahaya merah terlihat pukul 18.30 WIB, 20.00 WIB, dan 22.00 WIB.
"Bentuknya seperti bola berwarna merah. Di sini terlihat sekitar empat menit baru hilang," kata Sukirno dalam detikJogja dikutip Kamis (17/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo, memperkirakan cahaya merah itu merupakan objek buatan manusia. Marufin melihat objek tersebut tidak bergerak dan tidak menunjukkan bentuk mirip ekor.
"Maka hemat saya, objek ini berada dalam jarak yang relatif jauh dari pengamat dan bergerak dengan kecepatan rendah, sehingga seakan-akan berhenti di udara," jelasnya.
Bukan Meteor
Marufin berpendapat cahaya tersebut bukan meteor terang krena tidak terlihat kilatan cahaya khas meteor. Selain itu, objek ini juga bukan sampah antariksa yang kembali memasuki atmosfer.
"Juga bukan reentry dari sampah antariksa (karena tidak kelihatan adanya fragmen-fragmen dan bentuk mirip ekor)," kata Marufin.
Marufin juga menilai cahaya merah ini bukanlah jejak kondensasi pesawat. Menurutnya, jejakkonsendasi pesawat tidak terlihat di malam hari.
"Juga bukan merupakan jejak kondensasi (contrail) pesawat, karena dalam situasi malam itu sudah tidak bisa dilihat lagi contrail-nya," ujarnya.
Cahaya Merah Buatan Manusia
Marufin menyimpulkan objek tersebut merupakan buatan manusia, seperti layang-layang atau balon gas yang diberi lampu.
"Maka tafsiran saya, obyek ini buatan manusia yang terbang di ketinggian rendah. Kemungkinan layang-layang yang diberi lampu. Atau balon gas yang juga diberi lampu," simpulnya.
