Motorik adalah kemampuan tubuh untuk melakukan gerakan melalui koordinasi otak, saraf, dan otot. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berpendapat, motorik ini merupakan pondasi penting dalam membangun sumber daya masa depan.
Peneliti Pasca doktoral Pusat Riset Pendidikan (PRP) BRIN, Arisco Mardiansyah, mengatakan anak yang menguasai keterampilan gerak dasar akan lebih percaya diri mengikuti berbagai aktivitas fisik. Saat besar nanti, anak-anak ini berpeluang mempertahankan kebiasaan olahraga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengembangan kompetensi motorik perlu dimulai sejak usia dini melalui pengalaman bergerak yang beragam, penguatan literasi fisik, dan pembentukan karakter. Lantas, seperti apa kompetensi motorik anak Indonesia?
Studi Kompetensi Motorik Anak di Sumatera
Dalam penelitan pada anak-anak usia PAUD hingga sekolah dasar di Sumatera Barat, Arisco menemukan masih banyak anak yang belum memiliki kemampuan gerak dasar yang optimal. Sedangkan, penguasaan keterampilan tersebut merupakan syarat utama sebelum anak mempelajari teknik olahraga.
"Kalau gerak dasarnya belum dikuasai, mereka akan lebih sulit mempelajari keterampilan olahraga yang spesifik di kemudian hari," ungkapnya dalam laman BRIN dikutip Kamis (6/8/2026).
Berdasarkan data Indeks Pembangunan Olahraga yang dipaparkannya, proporsi anak usia sekolah dengan tingkat kebugaran rendah masih cukup besar. Peneliti BRIN itu melihat kondisi ini sebagai sinyal perlunya pembinaan kemampuan gerak dasar.
Penguasaan Gerak Dasar Memengaruhi Partisipasi Olahraga Masyarakat
Menurutnya, penguasaan gerak dasar berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat dalam berolahraga. Sebagai informasi, keterampilan gerak dasar ada tiga yaitu, keterampilan lokomotor seperti berlari dan melompat, keterampilan manipulatif seperti melempar, menangkap, dan menendang, serta keterampilan stabilitas yang berkaitan dengan keseimbangan tubuh.
Anak yang mampu berlari, melompat, atau melempar dengan baik cenderung lebih percaya diri mengikuti aktivitas fisik. Sebaliknya, anak yang memiliki keterbatasan kemampuan gerak akan enggan berolahraga karena merasa kesulitan.
Solusi Penguasaan Motorik Anak
Untuk mendukung kemampuan gerak anak, ia memperkenalkan Test of Gross Motor Development (TGMD), instrumen yang banyak digunakan secara internasional untuk mengukur keterampilan gerak dasar anak usia 3-11 tahun. Instrumen ini dapat membantu guru mengidentifikasi kemampuan motorik setiap anak sehingga proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhannya.
Menurut Arisco, setiap anak memiliki potensi untuk berkembang. Perbedaan kemampuan setiap anak perlu dipahami berdasarkan tingkat kematangan biologis, bukan semata-mata usia kronologis.
"Semua anak memiliki potensi. Yang perlu dilakukan adalah memberikan kesempatan agar mereka berkembang sesuai tahapannya. Dari fondasi gerak yang baik, barulah proses identifikasi dan pembinaan bakat olahraga dapat dilakukan secara lebih tepat," pesannya.










































