Profesor BRIN Sebut Super El Nino Tiba, Naik 0,1 C Per Minggu

ADVERTISEMENT

Profesor BRIN Sebut Super El Nino Tiba, Naik 0,1 C Per Minggu

Trisna Wulandari - detikEdu
Minggu, 02 Agu 2026 19:02 WIB
BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau 2026 di Indonesia/ Foto: Pexels.com/Joana Figueiredo
Ilustrasi. Foto: Pexels.com/Joana Figueiredo
Jakarta -

Profesor Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Dr Erma Yulihastin, menyebut Super El Niño sudah terbentuk. Intensitasnya diperkirakan naik 0,1 derajat per minggu.

Hal tersebut diungkapkan Erma pada unggahan di akun X pribadinya, @EYulihastin, Minggu (2/9/2026).

Erma menjelaskan bahwa Godzilla El Niño ini terkonfirmasi dengan indeks harian El Niño relatif 3,4 yang telah mencapai lebih dari 2 derajat Celsius pada 31 Juli 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah resmi bahwa Super El Niño terbentuk 31 Juli 2026. Dengan demikian sudah tak perlu ada perdebatan lagi soal peluang terbentuknya atau apapun nama yang disematkan pada Super El Niño," tulisnya.

"Kenaikannya 0,1 derajat Celcius setiap minggu," sambung Erma.

ADVERTISEMENT

Fase El Niño Kuat

Selaras, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Indonesia memasuki fase El Niño kuat. Untuk itu, warga dan pemerintah perlu waspada terhadap bahaya kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG dalam laman resminya menjelaskan bahwa nilai indeks Niño 3.4 dasarian (per 10 hari) sebesar +2.26 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -28.2. Hal ini menandakan berlangsungnya El Niño kuat yang diperkirakan dapat terus menguat.

Perkembangan iklim global ini dinilai mendukung berlanjutnya cuaca kering di Indonesia, lantaran fenomena El Niño kuat dapat mengurangi pembentukan awan hujan dan menekan curah hujan di berbagai daerah.

BMKG memperkirakan 91,43% wilayah Indonesia masih mengalami curah hujan kategori rendah pada Dasarian I Agustus 2026. Sedangkan 8,57% lainnya diperkirakan mengalami curah hujan kategori menengah.

Sementara itu, tidak ada wilayah yang diperkirakan mengalami curah hujan kategori tinggi atau curah hujan sangat tinggi, meskipun potensi hujan dan angin kencang masih ada.

Tips Cuaca Panas-Udara Lebih Kering

Untuk mengantisipasi dampak cuaca panas dan udara lebih kering, berikut saran BMKG:

  • Gunakan pelindung/tabir surya untuk mengurangi paparan langsung sinar Matahari
  • Jaga kecukupan cairan tubuh, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan di siang hari agar tidak kelelahan atau dehidrasi
  • Waspada pada titik panas (hotspot) dan potensi kebakaran hutan atau lahan
  • Jangan bakar sampah atau lahan sembarangan, terutama di area mudah terbakar seperti di lahan gambut, semak belukar, lahan kering, dan hutan
  • Segera laporkan indikasi titik api
  • Hemat penggunaan air.


(twu/faz)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads