Mengapa Kita Lebih Mudah Marah saat Puasa? Ini Alasan Ilmiahnya

ADVERTISEMENT

Mengapa Kita Lebih Mudah Marah saat Puasa? Ini Alasan Ilmiahnya

Nikita Rosa - detikEdu
Senin, 09 Mar 2026 13:30 WIB
Anak mudah marah saat beranjak besar
Foto: Getty Images/Prostock-Studio
Jakarta -

Merasa sulit menahan emosi saat sedang puasa Ramadan? Kamu nggak sendiri. Ahli mengatakan kita memang lebih mudah 'sensi' saat berpuasa.

Puasa Ramadan mewajibkan umat muslim untuk menahan lapar, haus, dan emosi. Ironisnya, puasa justru membuat kita lebih mudah marah.

Ternyata hal ini berkaitan dengan asupan nutrisi sepanjang hari. Seperti apa penjelasannya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasan Kita Mudah Marah saat Puasa

Menurut Johns Hopkins Aramco Healthcare, mudah marah saat sedang puasa bisa disebabkan oleh:

ADVERTISEMENT

1. Fluktuasi Gula Darah

Saat puasa, kadar glukosa darahmu menurun seiring berjalannya hari. Nah otak sangat bergantung pada glukosa untuk energi dan kadar yang lebih rendah dapat mengganggu kemampuanmu untuk mengatur emosi. Efek ini terkadang disebut merasa "hangry" (lapar + marah).

2. Dehidrasi

Dehidrasi ringan memengaruhi fungsi kognitif dan suasana hati. Penelitian dari Laboratorium Kinerja Manusia di Universitas Connecticut menemukan dehidrasi meningkatkan risiko perubahan suasana hati, kecemasan, dan kesulitan berpikir jernih.

3. Gangguan Tidur

Jadwal tidur yang berubah selama Ramadan, bangun pagi untuk sahur dan begadang untuk salat Tarawih, seringkali mengakibatkan utang tidur. Kurang tidur sangat terkait dengan disregulasi emosional, peningkatan kecemasan, dan peningkatan rasa mudah tersinggung.

Dampak Mudah Marah saat Puasa

Menurut Departemen Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII), miskomunikasi kerap kali terjadi saat berpuasa. Di saat menahan lapar dan emosi kurang stabil, kesalahan komunikasi biasanya muncul dengan wujud:

1. Komunikasi Pribadi

Di luar Ramadan, orang sering mengandalkan makanan dan minuman untuk mengatur suasana hati mereka. Namun selama Ramadan, rasa lapar dan dehidrasi dapat membuat individu lebih rentan terhadap sifat mudah marah, menyebabkan kesalahpahaman dan konflik dalam percakapan sehari-hari.

2. Komunikasi di Tempat Kerja dan Akademik

Dalam keadaan normal, rapat merupakan hal yang biasa dilakukan. Namun saat berpuasa, tingkat energi dapat menurun, yang menyebabkan berkurangnya fokus, salah paham, atau kesulitan mengungkapkan pikiran dengan jelas.

Strategi Agar Lebih 'Sabar' saat Berpuasa

Mengelola stres saat puasa membutuhkan tenaga ekstra, tapi bukanlah perkara yang sulit. Agar lebih sabar saat berpuasa, detikers bisa mengikuti strategi berikut:

1. Optimalkan Nutrisi

Pilih makanan yang melepaskan energi secara perlahan. Karbohidrat kompleks seperti oatmeal, roti gandum utuh, dan beras merah membantu menjaga kadar gula darah yang lebih stabil sepanjang hari.

2. Prioritaskan Tidur

Kurang tidur membuatmu sulit mengatur emosi. Usahakan tidur enam hingga tujuh jam total dalam setiap 24 jam. Jika jadwal memungkinkan, ambillah tidur siang singkat (20-30 menit) untuk memulihkan keseimbangan emosional.

3. Kembangkan Keterampilan Mengatasi Stres

Berhenti sejenak sebelum bereaksi, ubah posisi fisik, dan latih pernapasan saat kamu merasa akan meledak.

Nah itulah alasan mengapa kita mudah marah saat puasa. Semoga menambah wawasan!




(nir/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads