Seekor bayi monyet yang tampak kesepian berkeliaran di area kebun binatang dengan boneka kecil dalam genggamannya. Momen itu langsung mencuri perhatian pengunjung dan ramai dibicarakan di media sosial.
Dilansir dari The New York Times, bayi monyet bernama Punch itu lahir pada Juli 2025 di Kebun Binatang Kota Ichikawa, sekitar 20 mil (32 kilometer) dari Tokyo. Bayi monyet jenis Macaca fuscata itu ditelantarkan oleh induknya tak lama setelah dilahirkan. Menurut pihak kebun binatang, hal itu diduga akibat proses persalinan yang sulit saat gelombang panas melanda.
Sejak saat itu, Punch dirawat dan disusui oleh staf. Ia belum sepenuhnya bisa berbaur dengan monyet lain di kebun binatang tersebut. Sosok yang paling dekat dengannya justru para penjaga yang merawatnya, serta sebuah boneka orangutan dari IKEA yang kemudian menjadi teman setianya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Punch tak pernah lepas dari pelukan bonekanya. Boneka kecil itu kerap dibawanya saat berjalan-jalan di area kebun binatang, seolah menjadi pengganti kehangatan yang tak ia dapatkan sejak lahir dari induknya.
Pada Januari 2026 lalu, pihak kebun binatang sempat memperkenalkan Punch ke kawanan monyet lainnya di kandang yang dijuluki 'Monkey Mountain'. Namun, ia kesulitan menyatu dengan kelompok tersebut dan tetap menyimpan boneka kecilnya di dekatnya.
Ditinggal Induknya Usai Lahir
Divisi kebun binatang dan kebun raya Pemerintah Kota Ichikawa yang dipimpin oleh Takashi Yasunaga mengatakan Punch awalnya terlihat waspada saat pertama kali diperkenalkan kembali ke kelompoknya, namun kini mulai beradaptasi secara bertahap.
Ia juga menjelaskan bahwa bukan hal yang tidak biasa bagi sebagian monyet Jepang meninggalkan bayinya, terutama jika itu adalah kelahiran pertama dan terjadi saat cuaca sangat panas.
Dilansir dari The Mainichi Japan, Punch lahir pada 25 Juli 2025 dengan berat sekitar 500 gram. la merupakan anak pertama dari induknya. Setelah melahirkan di tengah musim panas, sang induk diduga mengalami kelelahan dan tidak menunjukkan tanda-tanda ingin merawat bayinya.
Salah satu penjaga kebun binatang, Kosuke Shikano, menjelaskan kondisi tersebut bisa terjadi akibat induk yang mengalami syok pasca melahirkan.
"Beban yang dialami ibu Punch saat melahirkan anak pertamanya mungkin menjadi salah satu faktor," ujarnya.
Karena kondisi Punch sehat, ia dipisahkan sementara dari kelompok dan mulai diberi susu langsung oleh penjaga. Selama enam bulan terakhir, ia dirawat menggunakan inkubator untuk menjaga suhu tubuhnya tetap stabil.
Namun perawatan tidak hanya soal nutrisi dan kesehatan fisik. Bayi monyet umumnya berpegangan pada bulu induknya untuk mendapatkan rasa aman sekaligus melatih kekuatan otot. Karena tidak memiliki kesempatan tersebut, penjaga mencoba berbagai alternatif, mulai dari handuk gulung hingga boneka binatang.
Di antara semua pilihan, Punch paling menyukai boneka orangutan dari IKEA. Tekstur bulunya yang lembut dan bentuknya yang menyerupai monyet diduga memberinya rasa aman. Setiap malam, Punch terlihat meringkuk bersama boneka tersebut hingga tertidur. Boneka itu pun dijuluki sebagai 'ibu penggantinya'.
"Bulu boneka itu mudah digenggam, dan tampilannya mirip monyet, sehingga kemungkinan memberinya rasa aman," kata Shikano
Viral Punch Di-bully, Ini Kisah di Baliknya
Viral video bayi monyet Punch yang sempat di-bully kelompoknya. Terlihat Punch diseret-seret monyet yang sudah dewasa.
Video itu menjadi perhatian warga Jepang yang berbondong-bondong menghubungi kebun binatang Ichikawa. Ternyata, adegan viral itu dipicu Punch mendekati bayi monyet lainnya. Induk bayi monyet lain pun merasa kesal oleh perilaku Punch.
"Dia mungkin merasa anaknya terganggu oleh Punch dan menjadi kesal," kata pihak kebun binatang dikutip dari Huffpost, Kamis (26/2/2026) via CNBC Indonesia.
Pihak kebun binatang mengatakan sebenarnya perilaku induk monyet lain ke Punch itu normal di dunia kera. Hewan betina akan mendominasi dan menunjukkan sikap agresi kepada mereka yang tidak dominan, bahkan untuk para bayi.
"Penting diingat monyet makaka Jepang, tingkat agresi tertentu adalah sesuatu yang normal untuk mempertahankan hierarki dominasi matrilineal yang ketat. Meski Punch seperti sedang dibully, ini bukan sesuatu yang luar biasa," ucap kebun binatang tersebut.
Punch kini terlihat sudah mendapatkan kenyamanan dan perlindungan dari monyet dewasa lainnya, juga telah mendapatkan perilaku yang sama. Punch kini sedang belajar memahami dinamika kelompoknya.
Simak Video "Video: Mirip Punch! Bayi Monyet Yuji Peluk Boneka Teddy"
[Gambas:Video 20detik] (nwk/nwk)










































