Bukan Olahraga, Tapi Tidur! Rahasia Tubuh Lebih Aktif Menurut Riset

ADVERTISEMENT

Bukan Olahraga, Tapi Tidur! Rahasia Tubuh Lebih Aktif Menurut Riset

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Sabtu, 10 Jan 2026 17:00 WIB
Bukan Olahraga, Tapi Tidur! Rahasia Tubuh Lebih Aktif Menurut Riset
Ilustrasi tidur. Foto: Getty Images/Damir Khabirov
Jakarta -

Tidur yang cukup ternyata bisa jadi rahasia tubuh lebih aktif keesokan harinya. Penelitian dari Flinders University, Australia menemukan kualitas tidur punya pengaruh lebih besar terhadap seberapa banyak seseorang bergerak pada hari berikutnya.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Communications Medicine, para peneliti menganalisis jutaan data kesehatan dan menemukan tidur yang nyenyak tidak hanya sekadar istirahat, tetapi dapat menjadi kunci untuk gaya hidup yang lebih sehat dan aktif.

Dari Tidur Nyenyak ke Hari yang Lebih Aktif

Dalam studi yang menganalisis lebih dari 28 juta hari data kesehatan dari 70 ribu orang di seluruh dunia, para peneliti menemukan kurang dari 13 persen orang yang bisa secara konsisten memenuhi dua hal penting untuk kesehatan, yaitu tidur cukup dan beraktivitas fisik secara teratur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menemukan bahwa tidur malam yang baik, terutama tidur yang berkualitas tinggi membuat seseorang lebih aktif di keesokan harinya," kata Josh Fitton, peneliti utama dan kandidat Ph D di FHMRI Sleep Health.

Sebaliknya, menurut Fitton, menambah jumlah langkah atau aktivitas di siang hari tidak terlalu berpengaruh pada kualitas tidur malamnya. Hal ini menunjukkan kualitas tidur bisa menjadi titik awal untuk memperbaiki pola hidup secara keseluruhan.

ADVERTISEMENT

Enam Jam Cukup, Asal Tidurnya Berkualitas

Tidur paling optimal untuk mendukung aktivitas fisik justru berada di kisaran enam hingga tujuh jam per malam, bukan yang paling lama waktu tidurnya.

"Data kami menunjukkan bahwa tidur sekitar enam hingga tujuh jam per malam berkaitan dengan jumlah langkah terbanyak keesokan harinya," ujar Fitton.

Ia menegaskan kualitas tidur tetap lebih penting dari lamanya durasi tidur. Orang yang tidur lebih efisien, dalam hal ini tidak sering terbangun atau gelisah, cenderung lebih aktif dibanding mereka yang tidur lama, tetapi tidak nyenyak.

Profesor Danny Eckert, peneliti senior dari tim tersebut menambahkan, memperbaiki kebiasaan tidur bisa jadi langkah pertama menuju gaya hidup sehat.

"Memprioritaskan tidur bisa menjadi cara paling efektif untuk meningkatkan energi, motivasi, dan kemampuan bergerak," ujarnya.

Yuk mulai jaga kualitas tidur agar tubuh makin sehat dan aktif setiap hari!

Hasil studi tulisan ini telah dipublikasi di jurnal Communications Medicine dengan judul "Bidirectional associations between sleep and physical activity investigated using large-scale objective monitoring data", 8 Desember 2025.




(nah/nah)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads