Siklus Kehidupan Bintang, Dari Nebula ke Lubang Hitam

Siklus Kehidupan Bintang, Dari Nebula ke Lubang Hitam

Pasti Liberti Mappapa - detikEdu
Selasa, 17 Jan 2023 10:30 WIB
Ilustrasi Bintang (Anadolu Agency)
Ilustrasi bintang Foto: Anadolu Agency
Jakarta -

Bintang-bintang terbentuk dalam awan gas dan debu yang sangat besar yang disebut nebula. Meski mampu bersinar selama ribuan bahkan bisa mencapai jutaan tahun, bintang juga punya siklus kehidupan.

Perubahan yang terjadi pada bintang dari waktu ke waktu dan tahap akhir hidupnya bergantung pada ukuran bintang. Setiap bintang memiliki ukuran yang berbeda.

Bintang super raksasa terbesar bisa lebih dari 1.500 kali lebih besar dari Matahari. Bisa kamu bayangkan, diameternya bisa mencapai 2.000 juta km. Bandingkan dengan diameter Bumi yang tak lebih dari 40 ribu km.

Seperti disebutkan di atas, proses terbentuknya bintang dimulai dari nebula, yang sebagian besar terdiri dari hidrogen.

Protobintang

Dikutip dari laman National Aeronautics and Space Administration (NASA), seiring berjalannya waktu, debu dan gas dalam nebula disatukan oleh gaya gravitasi. Mereka mulai berputar.

Dari sini mulai lahir protobintang yang bisa dianalogikan sebagai embrio sebuah bintang. Saat massa jatuh bersama, ia menjadi panas.

Bintang Deret Utama

Sebuah bintang terbentuk ketika cukup panas untuk inti hidrogen bergabung bersama untuk membuat helium. Proses fusi ini melepaskan energi sehingga membuat inti bintang tetap panas.

Nah selanjutnya siklusnya akan memasuki fase bintang deret utama. Fase ini contohnya di mana Matahari kini berada sekaligus berada pada fase stabil.

Selama fase stabil dalam kehidupan sebuah bintang, gaya gravitasi yang menyatukan bintang diimbangi oleh tekanan yang lebih tinggi karena suhu yang tinggi.

Bintang Raksasa Merah

Ketika semua hidrogen telah digunakan dalam proses fusi, inti yang lebih besar mulai terbentuk dan bintang dapat mengembang menjadi raksasa merah.

Katai Putih

Ketika semua reaksi nuklir berakhir, bintang kecil seperti Matahari mungkin mulai berkontraksi di bawah tarikan gravitasi. Dalam hal ini, bintang menjadi katai putih yang memudar dan berubah warna saat mendingin.

Supernova

Bintang yang lebih besar dengan massa lebih besar akan terus melakukan reaksi nuklir, semakin panas dan mengembang hingga meledak sebagai supernova. Supernova yang meledak melemparkan gas panas ke luar angkasa.

Bintang Neutron atau Lubang Hitam

Bergantung pada massa di awal kehidupannya, supernova akan meninggalkan bintang neutron atau lubang hitam.



Simak Video "Potret Bintang Laut Bunga Matahari yang Hampir Punah"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia