Dijadikan Google Doodle, Ini Sejarah Tempe 400 Tahun Lalu

Dijadikan Google Doodle, Ini Sejarah Tempe 400 Tahun Lalu

Trisna Wulandari - detikEdu
Sabtu, 29 Okt 2022 12:59 WIB
Tempe Mendoan jadi Google Doodle
Tempe, Google Doodle hari ini. Begini sejarah tempe sejak 400 tahun lalu. Foto: Google
Jakarta -

Tempe atau tempeh dirayakan dalam Google Doodle Hari Ini, Sabtu (29/10/2022). Ilustrasi karya Reza Dwi Setyawan, seniman Semarang, Jawa Tengah menghiasi laman pencarian Google hari ini.

Apakah detikers tahu, sejarah tempe sudah berakar sejak 400 tahun lalu dari Indonesia? Selama itu pula, tempe menjadi sumber protein penting di Nusantara.

400 Tahun Sejarah Tempe

Muncul dari Jawa Tengah

Tempe pertama kali tercatat muncul pada tahun 1600-an di Tembayat, Klaten, Jawa Tengah. Karena itu, tempe menjadi populer khususnya di Pulau Jawa, di antara 17.000 pulau lainnya di Indonesia, seperti dikutip dari laman Google Arts & Culture: 400 Years of Tempeh dengan sumber data Indonesia Gastronomy Network.

Tempe merupakan makanan berprotein nabati yang diproses lewat fermentasi. Fermentasi tempe bisa menggunakan jamur Rhyzopus oligosporus, Rhyzopus oryzae, Rhyzopus stolonifer, dan Rhyzopus arrhizus.

Setelah 24-72 jam, bulir-bulir kacang yang difermentasi akan menyatu dengan jamur putih sehingga bisa dipotong-potong jadi balok-balok dan lembaran tempe.

Tercatat di Serat Centhini

Serat Centhini adalah karya sastra 12 jilid di kesusastraan Jawa Baru di tahun 1814. Karya ini berisi kisah-kisah Jawa beserta ilmu pengetahuan dan kebudayaan Jawa agar tidak punah. Penulisannya berdasar pada masa pemerintahan Sultan Mataram di tahun 1600-an.

Tempe tercatat di Serat Centhini sebagai bahan makanan yang digunakan untuk membuat sambal tumpang atau sambal tumpang. Jenis sambal ini pun tercatat menjadi sajian berbahan dasar tempe tertua sepanjang sejarah.

Menu Tempe Tertua

Sambal tumpang sebagai makanan yang dimakan bersama nasi dan kerupuk. Menu tempe tertua ini diolah dengan cara tempe dimasak dalam santan berempah. Agar makin nikmat, jenis tempe biasa dan tempe yang lebih lama difermentasi dapat diolah bersama-sama.

Bukan Cuma Isi Kedelai

Dalam 400 tahun sejarahnya, tempe tidak cuma dibuat dari fermentasi kacang kedelai, tetapi juga fermentasi kacang-kacangan lain, biji, hingga dedaunan.

Karena itu, lahir banyak jenis tempe di Indonesia. Contohnya antara lain tempe kacang hijau, tempe kacang koro pedang, tempe biji kecipir, tempe kacang merah, tempe kacang tanah (menjos), tempe lamtoro atau petai cina, tempe kacang lupin, tempe biji munggur, tempe kacang lima (kara kratok), tempe biji karet, tempe kacang gude, tempe ampas kelapa, hingga tempe daun singkong.

Bungkus Daun Waru hingga Daun Jati

Daun tertua yang digunakan sebagai daun pembungkus dalam sejarah tempe yaitu daun waru, daun jati, dan daun jambu biji.

Kini, daun pisang dan plastik menjadi salah satu yang paling banyak digunakan jadi pembungkus tempe di Indonesia.

Olahan Tempe

Kini, tempe populer diolah dengan cara digoreng. Namun, karena tempe punya kandungan lemak rendah, pengonsumsinya bisa tidak cepat begah saat makan atau sesudah memakannya.

Di berbagai negara, tempe digunakan sebagai pengganti daging. Salah satunya yakni sebagai bahan pengolahan makanan vegan.

Di Indonesia sendiri, tempe goreng umum dimakan dengan sambal atau cabai. Sajian tempe orek atau kering tempe juga populer, yakni tempe yang dikaramelisasi dengan kecap, gula kelapa, cabai, sereh, daun salam, dan tumbuhan aromatik lainnya.

Apa sajian tempe favorit detikers di rumah?



Simak Video "Bukan Cuma Enak, Ini Nilai Plus Makan Tempe Goreng"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia