Eksepsi dalam Hukum Perdata: Pengertian, Tujuan, dan Jenis-jenisnya

Eksepsi dalam Hukum Perdata: Pengertian, Tujuan, dan Jenis-jenisnya

Hanindita Basmatulhana - detikEdu
Senin, 22 Agu 2022 16:00 WIB
Ilustrasi hukum
Foto: iStock/Pattanaphong Khuankaew/Eksepsi dalam Hukum Perdata: Pengertian, Tujuan, dan Jenis-jenisnya
Jakarta -

Eksepsi dalam hukum perdata adalah bantahan atau tangkisan dari pihak tergugat atas gugatan penggugat yang tidak langsung menyentuh pokok perkara.

Pengertian di atas sejalan dengan penjelasan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam artikel resmi milik Kementerian Keuangan mengenai eksepsi.

Dijelaskan bahwa eksepsi adalah bantahan yang ditujukan kepada hal yang menyangkut syarat-syarat atau formalitas gugatan, yakni apabila gugatan mengandung cacat atau pelanggaran formil yang mengakibatkan gugatan tidak sah sehingga tidak dapat diterima.

Tujuan utama eksepsi adalah agar pengadilan segera mengakhiri proses pemeriksaan tanpa memeriksa lebih lanjut materi pokok perkara.

Pengakhiran ini dilakukan agar pengadilan menyatakan bahwa gugatan yang diajukan tidak diterima atau N.O. (niet ontvankelijk).

Jenis-Jenis Eksepsi

Herzien Inlandsch Reglement (HIR) menyebutkan adanya dua jenis eksepsi, yaitu eksepsi kompetensi absolut dan eksepsi kompetensi relatif, sebagaimana dijelaskan dalam Ketentuan Pasal 125 ayat 2, Pasal 132, dan Pasal 133, sebagaimana dijelaskan dalam buku Strategi Jitu Memenangi Perkara Perdata dalam Praktik Peradilan oleh Whimbo Pitoyo.

Akan tetapi pada Pasal 136, HIR mengindikasikan adanya beberapa jenis eksepsi. Berikut beberapa jenis eksepsi dalam hukum perdata:


1. Eksepsi Prosesual

Eksepsi prosesual adalah jenis eksepsi yang berkaitan dengan syarat formil gugatan. Eksepsi prosesual dibagi menjadi dua jenis, yaitu:


a. Eksepsi Kompetensi Absolut

Eksepsi yang menyatakan bahwa pengadilan negeri yang melakukan pemeriksaan dinilai perkara tidak berwenang untuk mengadili perkara tersebut.

Hal ini terjadi karena dasar gugatan tidak termasuk wewenang pengadilan negeri, melainkan pengadilan lain.

Eksepsi jenis ini dapat diajukan kapanpun selama masa pemeriksaan perkara berlangsung. Hakim juga wajib mengakui eksepsi tersebut atas dasar jabatannya.


b. Eksepsi Kompetensi Relatif

Eksepsi yang menyatakan bahwa pengadilan negeri tertentu tidak berwenang untuk mengadili suatu perkara.

Hal ini dikarenakan objek sengketa berada di luar wilayah hukum pengadilan negeri yang sedang mengadili atau memeriksa perkara tersebut.

Berbeda dengan eksepsi kompetensi absolut, eksepsi kompetensi relatif tidak dapat diajukan setiap waktu. Eksepsi ini hanya dapat diajukan pada waktu kali pertama sidang, yakni saat jawaban terkait pokok perkara belum diajukan.

Hakim akan memberikan putusan dalam bentuk putusan sela apabila eksepsi ditolak, dan putusan akhir apabila eksepsi diterima.


2. Eksepsi Prosesual di Luar Eksepsi Kompetensi

Eksepsi Prosesual di luar Eksepsi Kompetensi memiliki beberapa jenis. Hal yang paling penting dalam Eksepsi Prosesual di luar Eksepsi Kompetensi dan paling sering diajukan dalam praktik adalah:

a. Eksepsi surat kuasa khusus yang tidak sah

b. Eksepsi error in pesona

c. Eksepsi res judicata atau ne bis in idem

d. Eksepsi obscuur libel atau surat gugatan penggugat tidak jelas atau kabur


3. Eksepsi Hukum Materiil

Eksepsi hukum materiil terbagi menjadi dua jenis, yaitu:


a. Eksepsi dilatoir

Eksepsi yang menyatakan bahwa gugatan belum dapat dikabulkan. Dapat dikatakan bahwa gugatan penggugat perlu diperiksa sengketanya di pengadilan karena masih prematur.


b. Eksepsi peremptoir

Eksepsi yang menghambat atau menghalangi dikabulkannya sebuah gugatan.

Adapun terkait pengajuan eksepsi dilakukan bersamaan dengan jawaban terkait pokok perkara. Kemudian penyelesaiannya akan dilakukan oleh hakim dengan memeriksa dan memutuskan bersama-sama dengan pokok perkara.

Putusan dalam eksepsi ini tidak berbentuk putusan sela, akan tetapi berbentuk putusan akhir sebagai satu kesatuan dengan putusan pokok perkara.

Itulah penjelasan mengenai eksepsi beserta tujuan dan jenis-jenisnya. Semoga menambah wawasan detikers ya!



Simak Video "Sidang OOJ, JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Arif Rachman "
[Gambas:Video 20detik]
(faz/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia