Software Engineer Pertama di Dunia Ini Bantu Misi Apollo ke Bulan, Siapa Dia?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Sabtu, 09 Jul 2022 08:00 WIB
Margaret Hamilton adalah ilmuwan komputer yang berkontribusi dalam misi Apollo untuk mengirim manusia ke bulan
Foto: Doc. MIT/Software Engineer Pertama di Dunia Ini Bantu Misi Apollo ke Bulan
Jakarta -

Pernah mendengar tentang misi Apollo yang mengirim manusia pertama ke bulan? Peristiwa yang terjadi tahun 1969 itu ternyata bisa terjadi karena salah satunya ada kontribusi dari seorang ilmuwan komputer.

Ilmuwan tersebut adalah Margaret Hamilton. Perempuan kelahiran 17 Agustus 1936 ini memimpin Divisi Rekayasa Perangkat Lunak dari Laboratorium Instrumentasi di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Mengembangkan Rekayasa Perangkat Lunak

Seperti dikutip dari laman resmi MIT, pada tahun 1961 Margaret dan timnya dikontrak dengan The National Aeronautics and Space Administration (NASA) untuk mengembangkan sistem panduan program Apollo.

Margaret yang juga seorang matematikawan pada saat itu dikenal karena mempopulerkan konsep rekayasa perangkat lunak sambil mengembangkan sistem panduan dan navigasi untuk pesawat ruang angkasa Apollo.

Hal itu yang kemudian menjadi kontribusi kuncinya terhadap kesuksesan Apollo 11. Menurutnya pengalaman mengembangkan perangkat lunak sama menantangnya dengan misi yang akan dilakukan.

"Dari sudut pandang saya sendiri, pengalaman perangkat lunak itu sendiri (mendesainnya , mengembangkannya, mengembangkannya, menontonnya tampil dan belajar darinya untuk sistem masa depan) setidaknya sama menariknya dengan peristiwa seputar misi," ujarnya kepada MIT News.

Dedikasi dan Komitmen dalam Proyek

Hamilton juga menjelaskanproyeknya pada saat itu sangatlah serius dan penuh komitmen. Bahkan ia menyebut tidak akan ada kesempatan kedua untuk menekankan keseriusan itu.

"Tidak ada kesempatan kedua. Kami tahu itu. Kami menganggap pekerjaan kami serius, banyak dari kami memulai perjalanan ini saat masih berusia 20-an. Muncul dengan solusi dan ide-ide baru adalah sebuah petualangan. Dedikasi dan komitmen diberikan," ujarnya.

"Karena perangkat lunak adalah sebuah misteri, sebuah kotak hitam, manajemen tingkat atas memberi kami kebebasan dan kepercayaan total. Kami harus menemukan jalan dan kami melakukannya. Melihat ke belakang, kami adalah orang paling beruntung di dunia; tidak ada pilihan selain menjadi pionir," imbuh Hamilton.

Meskipun perangkat lunak pada awalnya bukan bagian penting dari program Apollo, namun sejak tahun 1965, Hamilton membuat perangkat lunak itu akan menjadi bagian integral dalam menempatkan manusia di bulan.

"Simulasi sistem adalah campuran dari simulasi perangkat keras dan digital dari semua aspek pada misi Apollo yang mencakup simulasi man-in-the-loop. Itu memastikan bahwa misi yang lengkap dari awal hingga akhir akan berperilaku persis seperti yang diharapkan," paparnya.

Sistem yang dibuat Hamilton kemudian berpengaruh saat komputer kelebihan beban dengan perintah dari radar pertemuan dan sistem pendaratan di bulan.

Hal ini menyebabkan sistem membutuhkan lebih banyak kekuatan pemrosesan daripada yang bisa ditangani komputer. Untungnya, Margaret telah memprogram komputer untuk memprioritaskan tugas menurut kepentingan bukan urutan.

Ketika tampilan prioritas memberikan keputusan "pergi/tidak pergi" kepada para astronot serta untuk mendarat atau tidak mendarat di bulan, maka akhirnya astronot bisa berkata "Pergi".

Mendapat Penghargaan

Sejak saat itu, Hamilton terus mengerjakan misi Apollo NASA yang tersisa serta SkyLab, stasiun luar angkasa pertama Amerika.

Metode desainnya yang ditentukan secara ketat telah menjadi dasar dari banyak teknik rekayasa perangkat lunak modern saat ini.

Dari hari-harinya yang masih muda dengan NASA hingga posisinya saat ini sebagai legenda dan tokoh rekayasa perangkat lunak, Hamilton telah membantu membuka jalan bagi sebuah industri untuk mengubah dunia selamanya.

Berkat kontribusinya, Margaret kemudian menerima NASA Exceptional Space Act Award (2003) dan Presidential Medal of Freedom dari Barack Obama (2016).

Software Engineer Pertama di Dunia

Dikutip dari computer.org laman resmi IEEE Computer Society, Margaret Hamilton disebut sebagai software engineer pertama di dunia. Margaret memang ilmuwan yang meletakkan dasar-dasar disiplin ilmu bidang rekayasa perangkat lunak atau software engineering.

"(Margaret) telah menciptakan istilah rekayasa perangkat lunak sambil mengembangkan sistem panduan dan navigasi untuk pesawat ruang angkasa Apollo," tulis Lori Cameron di laman tersebut.

Margaret mengatakan dirinya mempopulerkan istilah software engineering untuk membedakan dengan ilmu tentang perangkat keras atau hardware.

Saat pertama kali menggunakan istilah tersebut, Margaret mengaku mendapat celaan. Karena pada masa itu istilah software engineering dianggap sebuah lelucon besar.

"Mereka suka mengolok-olok saya tentang ide-ide radikal saya. Software pada akhirnya dan tentu saja mendapatkan penghargaan yang sama seperti disiplin ilmu lainnya," ujar Margaret saat diwawancara koran Spanyol El Pais.



Simak Video "Kisah Ilmuwan yang Celaka Karena Temuannya Sendiri "
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia