Puasa Ramadan Mahasiswa RI di Belanda, Isya Jam 10 Malam

Rosmha Widiyani - detikEdu
Sabtu, 16 Apr 2022 06:00 WIB
Lantern that have moon symbol on top and small plate of dates fruit with dusk sky and city bokeh light background for the Muslim feast of the holy month of Ramadan Kareem.
Ilustrasi Ramadan 2022. Foto: Getty Images/iStockphoto/Baramyou0708
Jakarta -

Puasa Ramadan di negeri rantau memberi pelajaran bagi seorang muslim untuk kehidupannya kelak. Hikmah ini diceritakan Nelfy Enny seorang mahasiswa RI yang tengah menempuh pendidikan magister di Belanda.

Nelfy adalah seorang peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dia meraih beasiswa LPDP sebelum melanjutkan pendidikan di Utrecht University jurusan experimental physics.

"Puasa di sini mengajarkan kita cara mengelola waktu yang baik. Bagaimana bisa makan, tidur, dan tetap produktif sepanjang hari. Saat ini waktu siang terasa lebih panjang di Belanda," kata Nelfy.

Acara buka puasa Ramadan Mahasiswa RI di Belanda.Acara buka puasa Ramadan Mahasiswa RI di Belanda. Foto: Dok Nelfy Enny.

Nelfy hanya punya waktu 5-6 jam antara isya hingga kembali puasa saat subuh. Dalam jadwal puasa Ramadan 2022/1443 H dari PPI Utrecht dijelaskan, azan Isya pada Kamis (14/4/2022) berlangsung pukul 22.07. Subuh pada esok harinya pada Jumat (15/4/2022) dijadwalkan pukul 04.49.

Dia hari Jumat (15/4/2022), azan isya akan berkumandang pada 22.09. Waktu isya semakin mundur, sedangka azan subuh makin maju. Di akhir puasa Ramadan 2022 pada Minggu (1/5/2022), azan subuh berkumandang pada pukul 03.59 dan isya di jam 22.36.

"Setelah isya di pukul 22.07 biasanya ada jeda 1-1,5 jam hingga tarawih. Karena waktu tarawih jadinya terlau malam, saya memilih salat di rumah," kata Nelfy saat dihubungi detikEdu pada Kamis (14/4/2022).

Acara buka puasa Ramadan Mahasiswa RI di Belanda.Jadwal puasa Ramadan 2022 di Utrecht, Belanda. Foto: Dok Nelfy Enny.

Dengan durasi puasa yang bisa mencapai 17 jam, Nelfy memang mengalami sejumlah tantangan. Misal perut yang bunyi 'kriuk-kriuk' saat kuliah sedang berlangsung. Bunyi perut ini kadang bikin kaget ketika kelas sedang sepi karena menyimak materi kuliah.

Menghadapi tangangan ini, Nelfy yang sudah dua kali puasa Ramadan di Utrecht menyiapkan beberapa jurus. Pertama adalah memilih hidangan yang tepat saat sahur dan buka puasa. Hidangan yang tepat membantu Nelfy tetap produktif sepanjang hari.

Nelfy memilih oat, kurma, dan susu sebagai asupan utama untuk sahur serta buka puasa. Dia juga menyiapkan sendiri hidangan yang bisa disimpan dalam waktu lama. Misal rendang dan ayam ungkep yang bahan serta bumbunya mudah diperoleh di Utrecht.

Jurus lainnya adalah disiplin menerapkan jam tidur dan bangun. Nelfy memilih segera tarawih bila sudah waktunya, lalu tidur secepatnya. Bila memungkinkan, Nelfy memanfaatkan waktu sebelum kuliah untuk tidur. Bisa juga dengan menggunakan waktu di sela kuliah.

Sebagai mahasiswa, tak heran jika Nelfy memiliki segudang kegiatan. Namun jadwal yang padat membantu Nelfy melaksanakan puasa Ramadan mulai subuh hingga maghrib. Meski begitu, rasa kangen kampung halaman kerap kali dirasakan.

"Sebetulnya di sini nggak sepi-sepi banget, tapi euforianya beda. Ramadan di Indonesia nggak ada yang ngalahin, terasa lebih syahdu. Jadi rasanya gimana gitu," kata alumnus prodi fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran (Unpad) ini.

Walau merasa kangen dengan keluarga dan tanah air, Nelfy berniat tidak pulang tahun ini pada perayaan Idul Fitri mendatang. Dia memilih segera menyelesaikan kuliah, kemudian pulang menenteng gelar S2.



Simak Video "Konsep Multiverse dalam Sudut Pandang Agama"
[Gambas:Video 20detik]
(row/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia