Apa Saja Menu Buka Puasa dan Sahur yang Sehat? Ini Tips dari Pakar Gizi Unair

Fahri Zulfikar - detikEdu
Sabtu, 09 Apr 2022 15:00 WIB
Ilustrasi buka puasa
Foto: iStockphoto/Apa Saja Menu Buka Puasa dan Sahur yang Sehat? Ini Tips dari Pakar Gizi Unair
Jakarta -

Bulan puasa menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan dari makanan. Sejak waktu imsak hingga maghrib, tubuh akan istirahat mencerna makanan.

Namun, ada kebiasaan yang kurang tepat saat mulai berbuka puasa yakni makan dalam jumlah yang banyak atau makan makanan cepat saji. Padahal setelah seharian puasa tubuh perlu mendapatkan gizi yang baik sehingga pencernaan bisa beradaptasi.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan menu makanan. Tak hanya saat berbuka tapi juga saat sahur. Dengan menjalani pola makan menu gizi seimbang dan istirahat yang cukup maka tubuh akan tetap fit menjalani puasa.


Lantas apa saja menu makanan bergizi untuk sahur dan buka puasa? Berikut ulasan dari Ahli Gizi Universitas Airlangga (Unair) Lailatul Muniroh SKM MKes.


Daftar Menu Sahur yang Bergizi

Mengutip laman resmi Unair, Jumat (8/4/2022), Laili menyebutkan untuk memenuhi gizi seimbang ada beberapa menu sahur yang sehat. Misalnya adalah yang mengandung karbohidrat kompleks.

Hal ini karena karbohidrat penting sebagai sumber energi dan bisa menunjang kebutuhan tubuh saat sahur sehingga nantinya akan diserap dan disimpan sebagai cadangan energi saat berpuasa.

Berikut ini menu sahur yang mengandung karbohidrat kompleks:

- nasi merah

- pisang

- beras coklat

- oats

- kentang

- jagung

- ubi jalar


Beberapa menu sahur itu, dijelaskan Laili memiliki kaya serat, vitamin, dan mineral dikarenakan molekulnya lebih kompleks.

"Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh, sehingga tidak cepat lapar,'' jelasnya.

Di samping itu, Laili juga menyarankan saat sahur mengonsumsi buah yang tinggi serat dan air. Agar tubuh memiliki cadangan yang banyak.


Menu Bergizi untuk Berbuka Puasa

Sementara saat berbuka puasa, dosen gizi Unair itu mengajak masyarakat untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat sederhana terlebih dahulu.

Hal ini karena yang dibutuhkan oleh tubuh adalah sumber energi yang mudah tersedia dalam bentuk glukosa.

"Jadi menu yang dapat dipilih pada waktu berbuka itu ya baiknya makanan atau minuman manis, seperti kolak pisang, kurma, dan teh manis,'' ucap Laili.

Menurutnya, makanan manis mengandung karbohidrat sederhana yang mudah diserap dan dapat mempercepat kadar gula darah.

Selanjutnya setelah shalat magrib Laili menganjurkan makan makanan utama seperti nasi atau pengganti nasi.

"Ditambah lauk pauk, sayur, dan buah, barulah setelah tarawih, dapat mengonsumsi makanan camilan,'' jelasnya.

Laili juga berpesan bahwa sahur dan berbuka sebaiknya tetap dilakukan sesuai aturan karena secara gastrointestinal (sistem pencernaan), puasa hanya perubahan waktu makan saja.

"Sekali lagi saat sahur usahakan makan buah agar lebih kuat puasanya,'' tutur pakar gizi Unair tersebut.



Simak Video "Cara Buka Puasa yang Baik Agar Perut Tak Kaget"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia