Komodo: Asal, Makanan, Perkembangbiakan, dan Apa yang Berbahaya darinya

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 16 Mar 2022 21:00 WIB
Komodo di Bronx Zoo
Asal usul komodo, makanan, perkembangbiakan, dan bahayanya. Foto: (dok Bronx Zoo/Wild Life Conservation Society)
Jakarta -

Komodo adalah satwa endemik yang hanya bisa ditemukan di Kepulauan Timur Indonesia. Padahal, hewan ini disebut berasal dari Australia.

Dikatakan dalam buku Panduan Sejarah Ekologi Taman Nasional Komodo oleh Arnaz Mehta Erdmann, ada salah satu teori yang berpendapat bahwa 900 tahun lalu komodo bermigrasi dari Australia ke Kepulauan Timur Indonesia sampai tiba di Pulau Flores.

Dalam sebuah penelitian di jurnal PLOS One tahun 2009 tercatat, komodo di Australia sudah punah 50 ribu tahun lalu.

Migrasi komodo diperkirakan terjadi saat ketinggian air laut lebih rendah 85 meter dari sekarang, sehingga mereka mudah dalam bermigrasi atau bahkan menyebar ke luar Flores.

Rumah komodo tidak tersebar di banyak wilayah karena sifat si satwa itu sendiri. Kadal raksasa ini menurut National Geographic tidak suka jauh dari rumah, tempat mereka lahir.

Tetapi, pendapat itu bertentangan dengan penelitian Proceedings B of the Royal Society yang telah mengamati perilaku dan pergerakan si kadal raksasa selama satu dekade. Nyatanya, mereka adalah hewan yang aktif bergerak dan bisa berjalan sampai 7 mil setiap hari.

Penelitian ini juga menemukan bahwa perilaku komodo yang betah di rumah adalah insting yang disengaja, bukan karena malas bergerak atau buta arah. Mereka akan bisa kembali ke rumahnya beberapa bulan kemudian, jika saja dipindahkan ke bagian ujung pulau dari habitatnya.

Makanan Komodo

Komodo adalah jenis hewan karnivora. Dikutip dari Ensiklopedia Satwa Negeriku oleh Mukhsin Alfian dan Ika Maryani, komodo bisa memangsa hewan yang bibitnya 80 persen dari berat tubuhnya.

Saat memakan buruannya, komodo akan mencabik potongan besar daging, lalu menelan bulat-bulat, sementara tungkai depannya menahan tubuh si mangsa. Setelah kenyang makan, dia akan berjemur untuk mempercepat proses pencernaan.

Jika mangsanya itu sudah dicerna, maka dia akan memuntahkan rambut, tanduk, dan gigi mangsanya dalam bentuk gumpalan berlendir.

Namun, bila tidak ada makanan, dia akan mengais sisa makanan. Satwa berukuran besar ini bisa bertahan beberapa minggu tanpa makanan. Mereka biasanya bisa bertahan dengan hanya sekali makan dalam sebulan.

Perkembangbiakan Komodo

Komodo betina baru bisa berkembang biak saat berumur tujuh tahun, sementara yang jantan saat berusia delapan tahun. Musim reproduksi mereka berlangsung bulan Juli sampai Agustus.

Komodo betina bisa menghasilkan 15-30 telur, rata-rata 18 butir. Rata-rata ukuran telur komodo adalah 8,6 cm dan diameternya 5,9 cm. Ukurannya pun mirip telur angsa.

Telur-telur ini akan dierami selama tiga bulan dan membutuhkan waktu 8-9 bulan untuk menetas. Anak-anak komodo biasanya menetas bulan Maret hingga April.

Ketika sudah lahir, anak-anak komodo akan menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon guna menghindari komodo dewasa atau predator lain. Ini mereka lakukan sampai umur 2 tahun, sehingga anak-anak komodo biasanya memangsa kadal kecil serangga, tikus, dan hewan lain yang ada di atas pohon.

Hal yang Berbahaya dari Komodo

Si kadal raksasa mempunyai kira-kira 60 gigi tajam dengan panjang 2,5 cm yang nyaris seluruhnya ditutupi jaringan gingiva. Ketika mereka makan, jaringan gingiva itu akan tercabik dan berdarah. Air liur komodo yang bercampur darah dapat menimbulkan bakteri yang berbahaya dan mematikan bagi manusia.

Gigi komodo yang berbentuk melengkung dan tajam meskipun kecil juga bisa mencengkeram dan mencabik mangsanya. Selain itu, komodo bisa berlari dengan kecepatan 20 km per jam pada jarak pendek.



Simak Video "Viral Wisatawan Main Petasan di TN Komodo, Sandiaga: Kita Edukasi"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia