5 Temuan Dinosaurus Terbaru Sepanjang 2021, Ada yang Bisa Lari Sprint

Trisna Wulandari - detikEdu
Minggu, 26 Des 2021 15:30 WIB
A detail of Stans teeth, one of the largest and most complete Tyrannosaurus rex fossil discovered, is on display, Tuesday, Sept. 15, 2020, at Christies in New York. The T. rex named after the paleontologist who first found the skeletons partially unearthed hip bones, will be auction on Oct. 6, 2020 and will be on public view from Sept. 16 - Oct. 21, 2020 to pedestrians through Christies floor-to- ceiling gallery windows and a limited number of in-gallery viewings by appointment. Stans head on the completed display of is a casting of the original, which is too heavy for the display. (AP Photo/Mary Altaffer)
Peneliti mendapati ada miliaran T-rex di masa lalu. Berikut temuan tentang dinosaurus sepanjang 2021. Foto: AP/Mary Altaffer
Jakarta -

Ada banyak temuan baru peneliti tentang dunia dinosaurus pada 2021. Di pengujung tahun, peneliti dari berbagai universitas sudah menyelidiki berapa jumlah Tyrannosaurus rex yang pernah hidup sampai spesies baru yang besar dengan gigi setajam gigi hiu.

Berikut temuan peneliti tentang dinosaurus sepanjang tahun 2021.

Temuan Dinosaurus Tahun 2021

1. Penemuan Lubang Pantat Dinosaurus

Selama ini, fosil dinosaurus yang ditemukan peneliti tidak jauh dari tulang, gigi, dan jejak kulit serta bulu. Tahun ini, peneliti menemukan lubang kloaka atau lubang pantat dinosaurus, seperti dikutip dari Live Science.

Lubang ini berfungsi untuk buang air besar, buang air kecil, berkembang biak, dan bertelur. Penelitian Jakob Vinther dkk. dari University of Bristol, Britania Raya ini dituangkan dalam A Cloacal Opening in a Non-Avian Dinosaur di jurnal Current Biology pada Januari 2021.

2. Dinosaurus Hidung Besar

Dinosaurus baru Brighstoneus simmondsi diperkirakan hidup sekitar Periode Creataceous, sekitar 125 juta tahun yang lalu berdasarkan penanggalan fosil.

Tulang-belulang dinosaurus kerabat Iguanodon ini merupakan temuan langka di Mongolia, China, Jepang, dan Pulau Wight, seperti dikutip dari laman Natural History Museum, London.

Sedikit berbeda dengan Iguanodon, dinosaurus baru ini punya hidung besar dan gendut. Inilah yang menyebabkan penemu dinosaurus Brighstoneus simmondsi, Jeremy Lockwood dari University of Portsmouth, Inggris menamainya 'dinosaurus hidung besar'.

3. Ada Miliaran T-rex

Peneliti mendapati ada sekitar 2,5 miliar T-rex sekitar 145-66 juta tahun yang lalu, sebelum asteroid menabrak bumi dan memusnahkan dinosaurus.

Temuan populasi raja dinosaurus ini ditulis paleobiolog Charles R. Marshall dkk. dari University of California, Berkeley dalam Absolute Abundance and Preservation Rate ofTyrannosaurus rex di jurnal Science pada April 2021.

Marshel dkk. mengukur estimasi jumlah T-rex dari jutaan tahun lalu tersebut berdasarkan densitas populasi, ukuran habitat, jumlah generasi, dan durasi periode per generasi.


4. Dinosaurus Pemakan Daging Bisa Lari Sprint

Peneliti juga mendapati ada dinosaurus karnivora seperti T-rex yang bisa lari dengan kecepatan 45 km/jam. Jejak dinosaurus yang bisa lari sprint ini ditemukan di trek dinosaurus di La Rioja, Spanyol.

Peneliti Pablo Navarro-Lorb├ęs dkk. dari Universidad de La Rioja, Spanyol mendapati, spesies dinosaurus ini kemungkinan dari jenis karkarodontosaurus (dinosaurus bergigi hiu) atau spinosaurus, dinosaurus yang kaki depannya tidak menapak tanah, seperti T-rex.

T-rex sendiri cenderung bergerak dengan kecepatan 5 km per jam, mirip dengan kecepatan jalan manusia. Meskipun kalah cepat dengan dinosaurus 'pelari' ini, gigi T-rex yang sebesar pisang membuatnya tidak kalah berbahaya.

5. Dinosaurus Bergigi Hiu

Spesies baru dinosaurus Ulughbegsaurus uzbekistanensis merupakan jenis dinosaurus bergigi hiu (karkarodontosaurus). Dinosaurus ini tidak cuma kuat karena giginya, tetapi juga karena besarnya.

U. uzbekistaniensis memiliki tinggi sekitar 8 meter dengan berat 1.000 kg. Ini artinya, dinosaurus ini dua kali lebih panjang dan lima kali lebih berat dari jenis tiranosaurus Timurlengia.

Jejak dinosaurus yang hidup di Uzbekistan sekitar 90 juta tahun lalu ini ditulis peneliti Kohei Tanaka dkk. dari University of Calgary, Kanada dalam A New Carcharodontosaurian Theropod Dinosaur Occupies Apex Predator Niche in the Early Late Cretaceous of Uzbekistan di jurnal The Royal Society Publishing.

Nah, itu dia penemuan terbaru tentang dinosaurus sepanjang 2021. Apa dinosaurus favorit kamu, detikers?



Simak Video "Hasil CT Scan Penyakit Tulang pada T-Rex "Tristan Otto""
[Gambas:Video 20detik]
(twu/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia