Mengapa Buaya Bisa Bertahan Hidup dari Asteroid yang Memusnahkan Dinosaurus?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 21 Des 2021 19:00 WIB
Ilustrasi buaya
Foto: (Thinkstock)/Ilustrasi Buaya
Jakarta -

Sekitar 66 juta tahun yang lalu, dinosaurus yang menguasai Bumi musnah akibat asteroid besar. Namun, tidak dengan buaya yang selamat dan memiliki keturunan hingga sekarang. Kok bisa?


Melansir SPACE, ledakan yang diakibatkan asteroid saat itu begitu besar sehingga menyebabkan gempa bumi global, gelombang pasang, kebakaran hutan dan bahkan hujan beracun.


Asteroid juga menghantam salah satu tempat bebatuan yang kemudian meledak dan melemparkan sejumlah besar debu ke langit.


Akibatnya debu menghalangi matahari selama berbulan-bulan dan mengirim Bumi ke musim dingin yang panjang, gelap dan beku.


Tanpa sinar matahari, tanaman hijau mati, diikuti oleh hewan pemakan tumbuhan yang memakannya untuk bertahan hidup, dan pemakan daging yang memakan pemakan tumbuhan.


Beberapa Dinosaurus Ada yang Bertahan


Para ilmuwan berpikir tiga perempat dari semua jenis (spesies) hewan yang berbeda di Bumi telah musnah termasuk sebagian besar dinosaurus. Tetapi beberapa berhasil bertahan karena berbagai alasan.


Satu kelompok penting dinosaurus berlayar, dibantu oleh kemampuan mereka untuk terbang dan menemukan makanan di tempat yang jauh.


Bulu mereka melindungi mereka dari dingin, dan paruh mereka membiarkan mereka memakan biji terkubur yang ditemukan di dekat tanaman mati.


Hebatnya, para dinosaurus yang selamat ini masih hidup sampai sekarang. Ilmuwan menyebut keturunan itu dengan burung.


Alasan Buaya Bisa Bertahan dari Asteroid


Ada dua alasan utama yang menyebabkan buaya tidak mengalami kepunahan seperti dinosaurus saat hantaman asteroid.


Pertama, buaya bisa hidup sangat lama tanpa makanan. Kedua, mereka tinggal di tempat yang paling tidak terpengaruh ketika asteroid menghantam Bumi.


Buaya menjadi salah satu hewan 'unik' yang selamat dari asteroid. Hal itu karena mereka tidak bisa terbang untuk kabur, tidak memiliki bulu untuk bertahan dari dingin, dan tidak memakan biji untuk bertahan hidup.


Alasan penting yang bisa membuat buaya bertahan adalah tubuhnya yang menggunakan energi sangat sedikit. Mereka sering berbaring, bernapas perlahan dan bahkan memiliki detak jantung yang sangat lambat. Beginilah cara mereka bisa menahan napas di bawah air selama lebih dari satu jam.


Hal itu juga bisa membuat mereka pergi tanpa makanan selama berbulan-bulan dan terkadang lebih dari satu tahun. Ini akan sangat membantu ketika makanan (seperti hewan lain) menjadi sulit ditemukan setelah asteroid menghantam.


Dibanding dinosaurus, yang umumnya lebih aktif, sehingga mereka membutuhkan lebih banyak energi terutama pemakan daging seperti Velociraptor. Tanpa makanan, mereka akan mati dengan cepat.


Tidak Hanya Buaya yang Selamat dari Asteroid


Tidak hanya buaya yang selamat dari ancaman kepunahan massal karena asteroid, mamalia kecil yang hidup di dekat akhir zaman dinosaurus, juga selamat.


Mereka sebagian besar kecil, seperti tikus yang berlarian di serasah daun mati di tanah, memakan serangga dan cacing.


Makhluk-makhluk kecil ini tidak bergantung pada tanaman hijau yang hidup, tetapi pada daun-daun mati dan kulit kayu yang jatuh dari pohon, atau ditiup dan disapu dari tempat lain.


Jadi seperti buaya, mamalia kecil bisa selamat dari asteroid sebagian karena mereka tidak terlalu bergantung pada tanaman hidup.



Simak Video "Penampakan Fosil Buaya Purba Berusia 7 Juta Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia