4 Teori Evolusi, Bukan Hanya dari Charles Darwin

Kristina - detikEdu
Selasa, 30 Nov 2021 10:00 WIB
Evolusi Manusia
Ilustrasi evolusi manusia. Foto: Getty Images/iStockphoto/00Mate00
Jakarta - Teori evolusi yang dicetuskan oleh Charles Darwin menekankan bahwa evolusi terbentuk melalui seleksi alam menjadi teori yang paling populer dalam ilmu biologi. Namun, ada beberapa teori evolusi lain yang dirumuskan, baik sebelum maupun setelah Darwin.

Evolusi merupakan salah satu teori dalam ilmu biologi yang menyatakan bahwa berbagai jenis tumbuhan, hewan, dan makhluk hidup lainnya di bumi berasal dari jenis lain yang sudah ada sebelumnya, dilansir dari Ensiklopedia Britannica. Teori ini menjadi kunci dalam teori biologi modern.

Jenis-jenis Teori Evolusi

Teori evolusi sebenarnya sudah ada jauh sebelum dipopulerkan oleh Darwin. Biologi evolusioner diketahui berakar dari pemikiran evolusi dan transmutasi spesies yang digagas oleh filsuf Yunani, Anaximander. Pemikiran tersebut kemudian berkembang di zaman Aristoteles. Berikut empat teori evolusi dari masa sebelum Darwin hingga setelahnya:

1. Teori Evolusi Zaman Aristoteles

Teori evolusi zaman Aristoteles dan rekan-rekannya ini seringkali dikenal dengan masa fiksisme. Pemikiran mereka lebih bercorak pada fiksi ilmiah yang berdekatan dengan mitos. Salah satu konsep yang berkembang sampai abad ke-18 adalah anggapan bahwa organisme merupakan ciptaan Tuhan yang kemudian dikenal sebagai teori ciptaan khusus.

Selain itu, mereka juga berpendapat bahwa cacat pada anggota tubuh merupakan kutukan, bukan perubahan makhluk hidup akibat seleksi alam maupun mutasi genetik. Demikian menurut penjelasan Victoria Henuhili dkk dalam bahan ajarnya.

2. Teori Evolusi Lamarck

Naturalis besar Prancis Jean-Baptiste de Monet, chevalier de Lamarck, berpendapat bahwa organisme hidup mewakili suatu kemajuan, dengan manusia sebagai bentuk tertinggi. Pandangan ini kemudian diusulkan sebagai teori evolusi kehidupan pada awal abad ke-19.

Menurutnya, organisme berevolusi selama ribuan tahun dari bentuk yang lebih rendah ke bentuk yang lebih tinggi, sebuah proses yang masih berlangsung dan puncaknya adalah manusia. Perbedaan antar individu terjadi karena kebiasaan yang dilakukan oleh individu tersebut.

Menurut teori ini, karakteristik organisme akan diwariskan. Gagasan ini kemudian dikenal sebagai Lamarckisme. Meskipun teorinya tidak sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, Lamarck memberikan kontribusi penting dalam tahapan evolusi biologis dan mendorong penelitian selanjutnya yang tak terhitung jumlahnya.

3. Teori Evolusi Darwin

Darwin atau dengan nama asli Charles Robert Darwin, memperkenalkan teori evolusi melalui seleksi alam. Teori ini pertama kali dirumuskan dalam buku Charles Darwin "On the Origin of Species" pada tahun 1859, yang menjelaskan bagaimana organisme berevolusi dari generasi ke generasi melalui pewarisan sifat fisik atau perilaku.

Dalam pandangan Darwin, individu dengan sifat yang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan lingkungannya akan membantu mereka bertahan hidup dan memiliki lebih banyak keturunan, yang akan mewarisi sifat-sifat tersebut.

Darwin mengumpulkan bukti yang menunjukkan bahwa evolusi telah terjadi. Ia menyimpulkan bahwa beragam organisme memiliki nenek moyang yang sama dan makhluk hidup telah berubah secara drastis sepanjang sejarah bumi.

4. Teori Evolusi Weismann

August Friedrich Leopold Weismann mempelajari bagaimana ciri-ciri organisme berkembang dan berevolusi dalam berbagai organisme, kebanyakan serangga dan hewan air, di Jerman pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Dilansir dari embryo.asu.edu, Weismann mengajukan teori kontinuitas plasma nutfah, sebuah teori hereditas. Dia berpendapat bahwa hanya perubahan pada sel germinal saja yang dapat diwariskan, bukan sel tubuh.

Pada tahun 1896, berdasarkan teori plasma nutfahnya, Weismann mengusulkan teori seleksi germinal sebagai perluasan teori evolusi melalui seleksi alam dalam Über Germinal-Selection: eine Quelle bestimmt gerichteter Variation (On Germinal Selection as a Source of Definite Variation).

Simak Video "Kapan Vaksin Merah Putih Bisa Diproduksi Secara Massal?"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia