Belajar dari Pakar

Tidak Semua Api Bisa Dimatikan dengan Disemprot Air, Mengapa?

Dixon Thomas - detikEdu
Selasa, 26 Okt 2021 17:08 WIB
Dixon Thomas
Dixon Thomas
Dixon Thomas pendiri akun Physible, seorang lulusan fisika yang cukup berbahagia. Physibles adalah akun edukasi populer yang mempunyai misi untuk mengobati alergi orang – orang terhadap fisika.
Poster
Ilustrasi kebakaran (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta - Ketika ditanya tentang cara padamkan api, pasti kebanyakan dari kita kepikiran langsung sama air. Benar kan detikers? Tak peduli bahan bakar apinya apa, siram pasti jadi pilihan nomor satu buat padamkan itu api.

Tapi ternyata itu bisa berbahaya loh detikers!

Enggak semua api boleh disiram pakai air! Kenapa? Gini nih.

Sebelum saya jelaskan soal api yang tak boleh disiram pakai air, kita harus tahu dulu nih apa penyebab adanya api dan bagaimana sih api bisa padam.

Jadi, api itu bisa terjadi karena adanya reaksi pembakaran. Dan supaya reaksi pembakaran ini benar - benar terjadi, kita butuh 3 syarat: Yang pertama bahan bakar, terus oksigen, dan terakhir kita butuh panas yang cukup.

Ketiga syarat ini penting banget. Bahkan kalau salah satu dari ketiga syarat ini tidak terpenuhi, apinya bakalan mati. Nah ini nih yang dilakukan sama pemadam api: melanggar salah satu atau lebih syarat terjadinya api!

Contohnya air, air itu bisa padamkan api karena dia bakal menyerap panas dari api. Karena panasnya diserap, syarat panas yang cukup tadi jadi tidak terpenuhi deh.

Tapi tidak cuma itu, air juga berfungsi untuk menutup bahan bakarnya sehingga dia tidak bisa dapatkan oksigen yang cukup untuk reaksi pembakaran. Mati deh itu api!

Tapi, untuk bahan bakar tertentu seperti minyak, disiram pakai air malahan bikin masalah tambah gede loh! Kenapa? Karena minyak itu lebih ringan (massa jenisnya lebih kecil) daripada air!

Jadinya, kalau minyak yang terbakar disiram pakai air, itu air tidak bakal menutup minyaknya sehingga minyak tidak dapat oksigen. Malahan itu air bakalan turun ke bawahnya minyak & bantu minyak yang terbakar itu untuk menyebar. Malah makin berbahaya kan?

Makanya ada banyak tipe alat pemadam api detikers! Dan untuk mengatasi api dari minyak, tipe pemadam yang dipakai itu biasanya pemadam kimia basah. Nah pemadam kimia ini bakalan mendinginkan itu minyak. Dan tidak cuma itu, dia juga bakalan bereaksi dengan si minyak sehingga terbentuk lapisan busa yang menutup bagian atas si minyak.

Jadinya, dia bakalan mengatasi 2 persyaratan di atas: panas yang cukup dan oksigen. Mati deh si api!

Tapi selain itu, masih ada lagi nih tipe - tipe pemadam api yang lain, misalnya pemadam api gas yang pakai karbon dioksida. Cara kerjanya? Karena gas karbon dioksida lebih berat dari oksigen, sewaktu disemprotkan ke api, ini gas bakalan mengisi tempat di antara bahan bakar sama oksigennya sehingga mereka jadi tidak ketemu. Mati deh apinya!

Pemadam lain yang tidak kalah canggih itu pemadam kering. Pemadam ini biasanya berbentuk foam atau serbuk yang bakal menutup bahan bakarnya sehingga tidak bisa mendapatkan oksigen lagi. Keren kan?

Simak Video "Diduga Korsleting Listrik, Toko Ban dan Velg di Cianjur Hangus Terbakar"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia