Belajar dari Pakar

Waktu Gempa, Gedung Beton Hancur tapi Rumah Kayu Tidak, Kok Bisa?

Dixon Thomas - detikEdu
Jumat, 15 Okt 2021 08:16 WIB
Dixon Thomas
Dixon Thomas
Dixon Thomas pendiri akun Physible, seorang lulusan fisika yang cukup berbahagia. Physibles adalah akun edukasi populer yang mempunyai misi untuk mengobati alergi orang – orang terhadap fisika.
Gempa Terkini: Guncang Maluku Tenggara Barat-Gunungkidul Yogyakarta
Foto: Getty Images/iStockphoto/Petrovich9
Jakarta - detikers sadar ngga sih waktu terjadi gempa, yang pada runtuh itu malah gedung-gedung dengan bahan beton atau batu bata? Bukan rumah-rumah dari kayu yang pastinya tidak sekuat gedung beton. Aneh banget kan? Iya aneh, tapi lebih anehnya lagi ternyata teman-teman sudah mempelajari hal ini di sekolah loh! Cuma ngga sadar aja.

detikers mempelajari hal ini waktu membahas tentang getaran dan resonansi! Masih ingat kan resonansi? Kalau di buku sih resonansi itu adalah peristiwa ikut bergetarnya satu benda kalau di dekatnya ada benda lain yang bergetar. Dan biasanya di buku itu resonansi ini dijelaskan menggunakan garpu tala. Nah, sekarang sudah ingat kan?

Tapi sebenarnya, resonansi itu ngga se-kaku penjelasan di buku paket kalian dulu detikers! Contoh resonansi yang paling sering kita liat itu ayunan. Waktu kita main ayunan, si ayunannya kan bakalan bergerak bolak balik atau bisa dibilang bergetar.

Dan supaya getaran si ayunan makin jauh terus, kita harus dorong itu ayunan dengan timing yang pas kan? Kalau ngga pas, misalnya saja itu ayunan kita dorong asal - asalan. Itu ayunan ngga bakal bergetar makin jauh, bahkan kalau kamu dorong itu ayunan selama 1 jam! Nah, Ini nih resonansinya! Frekuensi dorongan tangan kita itu harus sama kaya frekuensinya si ayunan. Baru itu ayunan bergetar makin jauh terus. Benar kan?

Begitu juga dengan gempa detikers! Gempa itu punya frekuensi juga kaya frekuensi dorongan tangan ke ayunan tadi. Nah, kalau frekuensi getaran gempa itu pas sama frekuensi getaran gedung. Itu gedung bakalan goyang kaya ayunan yang didorong dengan benar. Makanya makin lama itu gedung bakalan makin bergetar. Dan setelah getarannya gede banget, boom! Hancur deh itu bangunan. Ini nih yang terjadi sama gedung-gedung beton: frekuensi getarannya mirip sama frekuensi getaran gempa!

Tapi rumah kayu itu beda. Frekuensi getar si rumah kayu ini ngga mirip seperti frekuensi getaran gempa. Makanya gempa itu ngga buat rumah kayu ini bergetar hebat, mirip kaya ayunan yang didorong asal-asalan. Makanya rumah kayu jarang runtuh kalau terjadi gempa.

Ngga percaya nih? Coba deh ambil satu penggaris panjang terus genggam ujungnya. Coba goyangin secepat - cepatnya. Belum tentu kan itu penggaris bakalan bergetar hebat? Tapi coba cari frekuensi getaran yang pas, ngga perlu pakai banyak tenaga, itu penggaris bakalan getar dengan hebat. Keren kan detikers?

Simak Video "Peraih Nobel Fisika Syukuro Manabe Kritik Pola Pendidikan di Jepang"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia