Mengapa Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabatnya Hijrah? Ini Sebabnya

Kristina - detikEdu
Senin, 07 Jun 2021 21:12 WIB
Infografis doa syaban
Mengapa Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabatnya Hijrah? Ini Sebabnya (Ilustrasi: Foto: Zaki A/detikcom)
Jakarta - Perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan agama Islam secara terang-terangan mendapatkan perlawanan keras dari kaum Quraisy. Hal itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya hijrah ke Madinah.

Peristiwa hijrah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya tak lepas dari gangguan kaum Quraisy terhadap umat Islam. Dikutip dari buku Sirah Nabawiyah oleh Abdul Hasan al-Ali Hasani an-Nadwi, berikut beberapa alasan mengapa Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya hijrah:

1. Siksaan Quraisy terhadap umat Islam

Rasulullah SAW menyaksikan bencana yang menimpa para pengikutnya. Bahkan, banyak di antara mereka yang disiksa dalam keadaan hidup. Sedang beliau tidak mampu melindungi mereka.

Lalu, beliau berkata kepada mereka, "Seandainya kalian pergi ke negeri Habsyah. Sesungguhnya, di sana terdapat seorang raja yang tidak akan dianiaya orang yang ada di dekatnya. Negeri Habsyah ialah tanah kebenaran. Kalian sebaiknya berada di sana hingga Allah memberikan kelapangan bagi kalian."

Atas seruan Rasulullah SAW tersebut, akhirnya sekelompok umat Islam yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 4 orang perempuan pergi ke negeri Habsyah. Ini adalah hijrah pertama umat Islam. Di antara mereka terdapat Utsman bin Affan dan istrinya, Ruqayyah binti Rasulullah SAW. Mereka dipimpin oleh Utsman bin Mazh'un.

2. Serangan dan gangguan kaum Quraisy kepada Rasulullah SAW

Alasan kedua mengapa Nabi Muhammad dan para sahabatnya hijraj adalah kaum Quraisy melakukan berbagai upaya untuk menghalangi Rasulullah SAW dalam dakwahnya. Mereka tidak berhasil membuat para pemuda yang masuk Islam untuk kembali pada mereka, sementara dakwah Rasulullah SAW juga tidak mengendur. Maka, mereka membujuk orang-orang bodoh di kalangan mereka untuk mendustakan, menyakiti, mengirimkan sihir, dan tenung perdukunan kepada Rasulullah SAW.

3. Kepentingan dakwah Islam dan meringankan beban Rasulullah SAW

Dalam Sirah Nabawiyah dikatakan bahwa alasan lain yang melatarbelakangi hijrahnya umat Islam ke Mekkah disebabkan oleh kepentingan dakwah Islam. Selain itu, juga menjadi salah satu upaya meringankan beban Rasulullah SAW.

Dari orang yang hijrah dapat diketahui luasnya daerah kemanusiaan, jenis-jenisnya, serta ketercakupannya pada berbagai tingkat dan status sosial masyarakat Mekkah. Ada orang kaya dan miskin, orang tua dan anak-anak, laki-laki dan perempuan di mana mereka merupakan penduduk asli Mekkah.

Hal tersebut menunjukkan dahsyatnya pengaruh, kekuatan, dan kesempurnaan dakwah yang dibawakan Rasulullah SAW.

4. Adanya Baiat dari Kaum Anshar (Madinah)

Sebelum melakukan hijrah untuk kedua kalinya, terjadi baiat dari penduduk Madinah sebanyak dua kali. Baiat pertama terjadi di Bukit Aqaba yang diikuti oleh 13 orang. Mereka berikrar untuk memeluk agama Islam. Peristiwa tersebut disebut dengan Perjanjian Aqabah I.

Lalu, pada tahun 622 M, terjadilah baiat yang kedua atau dikenal dengan Perjanjian Aqabah II. Beberapa riwayat mengatakan baiat ini diikuti oleh 73 orang. Rasulullah SAW meminta baiat kepada kaum Anshar untuk membela Islam dan melindungi beliau serta para pengikutnya. Kemudian, beliau memerintahkan para sahabat dan umat Islam di Mekkah untuk pergi ke Madinah.

Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya, Allah 'Azza wa Jalla telah memberikan saudara-saudara untuk kalian di negeri yang aman." Atas perkataan tersebut, mereka berbondong-bondong menuju Madinah. Sementara, Rasulullah SAW tetap tinggal di Mekkah hingga menunggu izin Allah SWT untuk hijrah.

Namun, hijrah yang kedua ini mendapatkan tekanan yang lebih parah dari kaum Quraisy dibandingkan saat hijrah pertama kali. Dikutip dari buku Hijrah dalam Pandangan Al Quran oleh Ahzami Samiun Jazuli, ketika bertemu kembali dengan Raja Najasy, mereka mendapat perlakuan yang berbeda dari yang pertama.

Adapun kaum muslimin yang turut dalam hijrah kedua lebih banyak dari sebelumnya. Ibnu Ishak menjelaskan, bahwa mereka berjumlah 83 laki-laki termasuk Amr bin Yasir. As-Suhaili mengatakan bahwa itulah pendapat terkuat yang diriwayatkan oleh ahli sejarah seperti Waqidi, Ibnu Uqbah, dan lainnya.

Selain keempat alasan di atas, wafatnya dua orang terdekatnya yakni Siti Khadijah dan Abu Thalib juga menjadi sebab mengapa Nabi Muhammad dan para sahabatnya hijrah ke Yastrib atau Madinah. Tepatnya pada 13 tahun pasca kenabian.

Simak Video "Batal Naik Haji, Calon Jemaah Haji Tunisia Sumbangkan Uangnya"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia