detikBali

22 Desa Wisata Terdampak Gempa Flores Masih Ditutup untuk Wisatawan

Terpopuler Koleksi Pilihan

22 Desa Wisata Terdampak Gempa Flores Masih Ditutup untuk Wisatawan


Sui Suadnyana, Ambrosius Ardin - detikBali

Liang Bua, Flores, NTT, gua tempat ditemukannya jejak kehidupan Homo floresiensis.
Foto: Liang Bua, salah satu objek wisata di Flores, NTT. (Rosino/Wikimedia Commons)
Manggarai Barat -

Sebanyak 22 desa wisata yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih ditutup untuk kunjungan wisatawan. Puluhan desa wisata yang belum beroperasi itu tersebar di sejumlah kabupaten, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, Flores Timur, dan Sikka.

Sebaran desa wisata yang masih ditutup, yakni Desa Wisata Bukit Potong di Manggarai Barat; Desa Wisata Liang Bua, Ranaka, Ruteng P'u, Tengku Iese, Tengku Siwa, dan Watu Lerong di Manggarai; serta Desa Wisata Golo Lijun, Nanga Mbau, Tengku Leda, dan Desa Satar Padut di Manggarai Timur.

Kemudian, Desa Wisata Anakoli-Pantai Kota Jogo, Kampung Adat Tutubhada, Labolewa, Mulakoli Ebulobo Permai, Kampung Pajoreja-Ululoga, Wajo Traditional Village di Nagekeo; Desa Wisata Pemo Kelimutu di Ende; Desa Wisata Kajadoi, Umauta, dan Egon di Sikka; serta Objek Wisata Waiplatin di Desa Mokantarak di Flores Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, sebanyak 36 desa wisata sudah dibuka lagi untuk kunjungan wisatawan. Terdapat 13 desa wisata yang mengalami rusak ringan masih ada yang beroperasi. Kerusakan ringan di sejumlah desa wisata itu meliputi homestay, viewing deck, toilet, boardwalking, dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

ADVERTISEMENT

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy Marpaung, mengatakan aktivitas wisata di Labuan Bajo masih berlangsung normal. Sejumlah destinasi yang terdampak gempa tetap menerima kunjungan wisatawan.

"Berdasarkan hasil pemantauan dan pembaharuan informasi di lapangan, aktivitas pariwisata di Labuan Bajo telah kembali berlangsung dan sejumlah destinasi serta akomodasi telah kembali menerima wisatawan," kata Andhy, Senin (14/9/2026).

Andhy mengatakan BPOLBF terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pengelola destinasi, pelaku usaha pariwisata, serta pemangku kepentingan terkait untuk memantau perkembangan kondisi dan menyampaikan informasi terkini kepada wisatawan.

"Kami mengajak wisatawan untuk kembali berkunjung ke Labuan Bajo dengan tetap memperhatikan informasi resmi, kondisi cuaca, serta arahan keselamatan dari pihak yang berwenang," ajak Andhy.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads