Kabar tenggelamnya kapal motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) dini hari, menyisakan kecemasan mendalam bagi keluarga anak buah kapal (ABK) KM Virgo asal Kota Mataram, I Putu Angga Santyana.
Rinda Maviesta, istri Angga, kini hanya bisa menunggu kabar mengenai keberadaan suaminya. Dia mengungkapkan pesan WhatsApp terakhir yang dikirimkan suaminya sebelum putus kontak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rinda mengungkapkan kepanikannya setelah mengetahui kabar bahwa kapal tempat sang suami bekerja hilang kontak, dan terbalik saat di tengah laut.
Musibah tersebut diakui Rinda didapatkannya bukan dari pemberitaan resmi, melainkan melalui media sosial.
"Saya tahu kabar itu jam 9 pagi lewat TikTok. Ada live berita kapal Virgo tenggelam. Saya langsung deg-degan, dan langsung kasih tahu mertua, kalau kapalnya Mas Angga, suami saya, tenggelam. Waktu itu saya buka sosmed lain belum ada berita sama sekali," kata Rinda saat ditemui di rumahnya, di Sindu, Cakranegara Utara, Kota Mataram, Selasa (15/9/2026).
Rinda menuturkan berita resmi mengenai musibah tersebut baru ramai dibicarakan sekitar pukul 09.30 Wita. Begitu mendapat kabar buruk tersebut, Rinda langsung mencoba menghubungi rekan-rekan suaminya.
"Yang terjun sama suami saya masih di rumah sakit. Kronologinya saya dikasih tahu temannya. Katanya sekocinya terbalik. Jujur bingung, bagaimana suami saya disana (sekarang). Saya takut, nangis (terus)," ungkapnya.
Sebelum musibah itu terjadi, Rinda menceritakan bahwa suaminya sempat memberi kabar terkait kondisi cuaca di Laut Jawa sejak Sabtu (12/9/2026) siang.
"Sabtu siang itu, dia bilang ombaknya besar," ucapnya.
Komunikasi terakhir antara Rinda dan sang suami, I Putu Angga Santyana terjadi pada Sabtu malam. Yakni sekitar pukul 21.30, Wita. Rinda bercerita ia sempat menelepon sang suami, namun obrolan terputus karena Angga tengah bertugas jaga.
"Saya telepon jam setengah sepuluh malam. Saya bilang, halo ini adek, tapi kata suami saya, nanti dulu ya, masih jaga," tuturnya.
Tak lama kemudian, sekitar pukul 23.00 Wita, Rinda kembali berkomunikasi melalui WhatsApp dengan sang suami. Ia mengirimkan foto anak bungsu mereka yang belum juga tidur.
"Saya kirim foto anaknya yang paling kecil. Saya bilang, adek nggak mau tidur. Terus dijawab, lah dalah, kenapa nggak tidur? Terus saya WA lagi, sudah centang satu," terang sang istri dengan suara bergetar.
Di tengah rasa bingung dan kesedihan yang mendalam, Rinda mengaku terus mengontak pihak perusahaan pelayaran dan rekan-rekan suami untuk memantau perkembangan pencarian. Ia berharap ada keajaiban agar suaminya dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
"Harapan saya, Mas Angga pulang. Masih hidup, supaya bisa kumpul sama-sama lagi," tandasnya.
Bergelantungan di Sekoci
Sementara itu, ayah Angga, I Gede Sentane, berharap besar sang anak yang bekerja di KM Virgo sejak Januari 2026 itu ditemukan selamat.
"Sampai saat ini belum ada kabar soal anak saya. Saya sudah lapor ke Tim Sar di Labuapi. Mereka sudah kasih data-data yang selamat, tapi belum ada nama anak saya," kata Sentane.
Gede Sentane mengaku sempat tidak percaya dengan kabar tenggelamnya KM Virgo pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Sebab, ia terakhir kali bertemu dengan Angga pada pekan lalu, sebelum sang anak kembali bekerja di KM Virgo.
"Saya awalnya nggak percaya, karena Jumat kemarin dia balik (ke Mataram). Terus saya lihat (berita), benar ternyata itu kapal anak saya. Kami hubungi kantornya, disuruh menunggu. Tapi sampai tiga hari ini nggak ada nama anak saya yang dievakuasi selamat," ujarnya.
Berdasarkan informasi terakhir yang didapatkan Gede Sentane, Angga bersama teman kapalnya melompat ke laut saat kapal akan terbalik. Anaknya dipastikan menggunakan pelampung saat berada di tengah laut.
"Saya dapat informasi ini dari temannya yang diajak terjun, temannya selamat dan sekarang ada di RS Banjarmasin. Katanya dia sama anak saya bergelantungan di sekoci," terangnya.
"Harapan saya, anak saya bisa ketemu. Bisa kumpul lagi sama anak istrinya. (Kasian) anak-anaknya masih kecil. Yang paling besar usia 3 tahun, dan yang kedua mau masuk 5 bulan," tuturnya.
Dilansir detikNews, Kapal Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 orang terbalik dan tenggelam usai menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan dari Surabaya ke Banjarmasin. Berdasarkan data dari Basarnas dan Kemenhub, ada 114 korban yang telah dievakuasi.
Dikutip dari situs resmi Kemenhub, Senin (14/9), data manifes menunjukkan kapal itu membawa total 243 orang yang terdiri dari 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anam, 126 sopir dan kernet beserta 89 unit muatan kendaraan.
Menteri Perhubungan RO Dudy Purwagandhi menyebut ada 114 orang yang telah dievakuasi. Korban yang dievakuasi terdiri dari 108 orang selamat dan enam orang tewas.
(hsa/hsa)