Desa wisata Wae Rebo di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditutup untuk kunjungan wisatawan pada 2-3 Oktober 2026. Destinasi wisata berjuluk surga di atas awan itu ditutup karena ada upacara adat.
"Ada acara keluarga Wae Rebo. Jadi kami tutup," kata pekerja pariwisata di Wae Rebo, Obhy Dermawan, saat dikonfirmasi Rabu (2/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upacara adat yang digelar di Wae Rebo saat itu adalah pesta kenduri. Pesta kenduri merupakan acara adat Manggarai untuk orang yang sudah meninggal dunia.
Obhy mengatakan acara adat itu akan dilaksanakan di rumah adat Wae Rebo. Rumah adat ini biasa digunakan untuk menyambut tamu yang berkunjung ke Wae Rebo.
Sebagaimana diketahui, Wae Rebo selama ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan di Flores. Wae Rebo berada pada ketinggian 1.000 meter di atas laut (mdpl).
Terdapat tujuh rumah adat yang menjadi ikon desa wisata tersebut. Rumah adat berbentuk kerucut itu disebut Mbaru Niang.
Wae Rebo juga menawarkan bentang alam yang indah dan budayanya yang unik. Wisatawan juga merasakan keramahtamahan warga setempat saat tiba di sana.
(dpw/dpw)