Desa Wisata Wae Lolos di Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpilih menjadi salah satu lokasi syuting Pekín Express musim ke-23. Pekín Express merupakan sebuah reality show balap petualangan yang ditayangkan stasiun televisi Prancis.
Peserta Pekín Express berasal dari berbagai negara. Mereka sudah tiba di Wae Lolos. "Ratusan peserta dari berbagai belahan dunia menginjakkan kaki di Desa Wae Lolos, siap menaklukkan berbagai tantangan yang menguji adrenalin," kata Ketua Pokdarwis Cunca Plias, Robert Perkasa, Minggu (6/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Robert mengatakan Pekín Express Musim 23 merupakan acara televisi Prancis yang sangat populer, membawa peserta melintasi berbagai negara.
Robert mengatakan desa wisata yang dijuluki destinasi Seribu Air Terjun itu menawarkan tantangan menarik bagi peserta. Mereka harus menyelesaikan berbagai tugas yang terinspirasi oleh budaya dan aktivitas masyarakat setempat hingga menjelajahi keindahan alam Wae Lolos.
"Salah satu tantangan yang paling dinantikan adalah perlombaan bersepeda mengelilingi Kampung Langgo. Para peserta akan melintasi jalur yang telah diatur, lereng perbukitan, dan perkampungan penduduk. Tantangan ini tidak hanya menguji kekuatan fisik, tetapi juga kemampuan navigasi dan kerja sama tim," jelas Robert.
Di musim ke-23 ini, rute petualangan membentang dari Pantai Koka, Flores hingga berakhir di Manila, Filipina. Lokasi syuting di Indonesia yakni wilayah Flores (Pantai Koka, Kelimutu, Bajawa, Wae Lolos); Sumbawa (Bima, Labuan Jambu, Kuang); Lombok (Labuhan Lombok, Tanjung Luar, Mataram), dan Bali (Padangbai, Lovina, dan Tanah Lot).
Proses syuting dimulai pada 28 Agustus lalu di Pantai Koka, Maumere dan berakhir di Manila pada 8 Oktober mendatang.
Sebanyak 10 pasangan terpilih akan bersaing ketat dengan mengandalkan kemampuan beradaptasi dan berinteraksi dengan penduduk setempat untuk bisa terus melaju ke babak selanjutnya. Interaksi erat dengan penduduk lokal menjadi salah satu daya tarik utama Pekín Express.
"Para peserta harus mampu mengatasi kendala bahasa dan menunjukkan keterbukaan terhadap budaya baru. Hal ini melahirkan beragam kisah inspiratif dan emosional, memberikan wawasan unik mengenai kehidupan sehari-hari masyarakat di negara-negara yang mereka lalui," jelas Robert.
Selama kegiatan syuting, penonton tidak diperkenankan mengambil video. Hal ini dilakukan untuk menjaga kerahasiaan dan kejutan yang akan disajikan dalam acara televisi tersebut. Penonton masih bisa menyaksikan keseruan Pekín Express Musim ke-23 melalui saluran televisi M6 pada musim semi 2027.
Robert mengatakan terpilihnya Wae Lolos menjadi salah satu tempat syuting Pekín Express menjadi kesempatan emas promosi keindahan alam dan kekayaan budaya desa wisata itu ke kancah internasional.
"Kehadiran ratusan peserta dan kru televisi akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya melestarikan potensi wisata desa," terang Robert.
Ia berharap kehadiran Pekín Express di Desa Wisata Wae Lolos dapat menginspirasi masyarakat Indonesia untuk terus melestarikan dan mempromosikan potensi wisata daerahnya.
"Dengan semangat gotong royong dan keterbukaan terhadap budaya baru, Indonesia siap menyambut para wisatawan dari berbagai belahan dunia dan menjadi destinasi wisata yang mendunia," tandas Robert.