Massa menggeruduk Polres Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (15/9/2026). Selain itu, massa juga membakar mobil dinas Polri. Aksi brutal itu dilakukan seusai polisi menembak mati seorang pelaku pencurian ternak pagi tadi.
Berdasarkan sejumlah video viral yang beredar luas di media sosial, massa terlihat membawa peti jenazah ke Polres Sumba Barat sebagai bentuk protes atas insiden penembakan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka terlihat membawa parang lalu merusak fasilitas di Polres Sumba Barat. Sejumlah personel terlihat bersiaga membawa senjata laras panjang untuk mengamankan lokasi.
Tak berselang lama, bunyi letusan diduga senjata api terdengar dari dalam Polres Sumba Barat. Massa yang panik langsung kabur berhamburan dari lokasi menuju ke halaman Polres Sumba Barat.
"Iya itu (berawal) dari tindakan keras terukur terhadap pelaku pencurian ternak dan kekerasan," ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra daat dihubungi detikBali, Selasa malam.
Henry menjelaskan hingga saat ini situasi di lokasi belum kondusif maksimal. Menurutnya, polisi juga sedang bersiaga dan melakukan pengamanan di lokasi.
"Situasi masih belum kondusif. Ini kami masih rapat, dipimpin Pak Wakapolda masih anef. Tadi sudah sempat sambung (terhubung) dengan Pak Kapolres Sumba Barat, mereka sedang lakukan pengamanan di sana," jelas Henry.
Polda NTT mengimbau masyarakat agar tetap tenang sehingga situasi di Sumba Barat kembali kondusif. Henry juga membenarkan mobil polisi juga dibakar massa.
"Mobil dinas itu dibakar, lokasinya di rumah sakit itu. Sementara itu dulu karena kami masih rapat," pungkas Henry.