detikBali

Mampir ke Pantai Oesina, Surga Pasir Putih di Kupang dengan Tiket Rp 2.000

Terpopuler Koleksi Pilihan

Mampir ke Pantai Oesina, Surga Pasir Putih di Kupang dengan Tiket Rp 2.000


Simon Selly - detikBali

Suasana di Pantai Oesina, Kabupaten Kupang, NTT, Minggu (19/7/2026). Foto: Simon Selly/detikBali.
Foto: Suasana di Pantai Oesina, Kabupaten Kupang, NTT, Minggu (19/7/2026). Foto: Simon Selly/detikBali.
Kupang -

Pantai Oesina atau Air Cina salah satu spot wisata yang indah dengan pasir putih halusnya. Tempat wisata ini terletak di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Oesina sendiri berasal dari kata Oe yang berarti air dan Sina yang berarti Cina. Pantai pasir putih ini dapat ditempuh kurang lebih satu hingga dua jam perjalanan dari Kota Kupang ke arah barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi wisatawan harus membayar karcis masuk sebentar Rp 2 ribu per/orang dan gratis bagi bayi hingga usia lima tahun. Sementara itu, tarif parkir kendaraan dipatok Rp 3.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil.

Setibanya di kawasan pantai, wisatawan akan disambut beragam kuliner dan minuman yang dijajakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari masyarakat sekitar.

ADVERTISEMENT

Pengelola juga menyediakan sejumlah fasilitas pendukung, seperti lopo kecil (seperti gazebo) yang dapat disewa dengan tarif Rp 50.000 sekali pakai serta tenda bagi wisatawan yang ingin berkemah di kawasan pantai.

Selain menikmati pasir putih dan air laut yang jernih, pengunjung juga dapat melihat aktivitas petani rumput laut di sekitar pesisir. Hasil budidaya rumput laut tersebut bahkan dijual langsung kepada wisatawan sebagai salah satu produk khas daerah.

Suasana di Pantai Oesina, Kabupaten Kupang, NTT, Minggu (19/7/2026). Foto: Simon Selly/detikBali.Suasana di Pantai Oesina, Kabupaten Kupang, NTT, Minggu (19/7/2026). Foto: Simon Selly/detikBali. Foto:

Bagi keluarga yang membawa anak, kawasan wisata ini juga dilengkapi fasilitas bermain, seperti perosotan dan ayunan.

Salah seorang warga setempat, Aron (27), mengatakan Pantai Oesina mulai dikelola oleh pemerintah desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sejak 2018. Menurutnya, destinasi tersebut semakin berkembang setelah ditetapkan sebagai desa wisata oleh Pemerintah Kabupaten Kupang pada awal 2025.

"Ini sudah ada dari 2018 dan dikelola dari desa melalui Bumdes. Tapi sejak Pak Menteri Desa datang, Pemkab jadikan ini sebagai desa wisata dari Januari 2025," ujar Aron, yang merupakan pemuda di sekitar wisata ini, Minggu (19/7/2026).

Ia mengatakan sebagian besar fasilitas di kawasan wisata tersebut dapat disewa, sehingga pengunjung yang ingin bermalam dapat memanfaatkannya.

"Biasa orang sewa sampai malam. Lopo dengan tenda di sini juga disewakan. Satu hari Rp 50 ribu," tambahnya.

Suasana di Pantai Oesina, Kabupaten Kupang, NTT, Minggu (19/7/2026). Foto: Simon Selly/detikBali.Suasana di Pantai Oesina, Kabupaten Kupang, NTT, Minggu (19/7/2026). Foto: Simon Selly/detikBali.

Sementara itu, salah seorang wisatawan, Arin, menilai Pantai Oesina menjadi salah satu destinasi wisata terbaik di NTT berkat keindahan alam yang dimilikinya. Meski demikian, ia berharap pemerintah menambah fasilitas penunjang, terutama toilet umum.

"Mungkin ini salah satu tempat wisata yang bagus di sini. Tapi, pemerintah perlu lengkapi dengan kamar mandi. Karena WC atau kamar mandi hanya kita pinjak sewa punya masyarakat," katanya.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads