Destinasi wisata air terjun menjadi salah satu tempat rekreasi yang banyak diminati. Berbeda dengan suasana pantai, wisata air terjun menawarkan kesejukan dan rindangnya vegetasi alam, seolah menjadi perpaduan harmonis yang sulit dilewatkan.
Bali mempunyai banyak wisata air terjun yang biasanya selalu ramai dikunjungi turis, baik domestik maupun asing. Meski demikian, ada sejumlah air terjun yang masih jarang alias sepi dari kunjungan wisatawan.
Berikut lima rekomendasi wisata air terjun di Bali yang belum banyak terjamah turis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Air Terjun Penikit
Air Terjun Penikit berada di perbatasan antara Bangli dan Badung. Ini adalah destinasi yang penuh ketenangan. Tinggi Air Terjun Penikit sekitar 4 sampai 5 meter dengan aliran air yang jernih.
Pengunjung yang berangkat dari Denpasar dapat menempuh waktu perjalanan selama 1,5 jam. Saat tiba di area parkir, pengunjung perlu berjalan kaki menempuh jalan setapak yang telah dibeton dan memiliki anak tangga. Perjalanan tersebut terbayar tuntas dengan pemandangan selama perjalanan hingga ke muka air terjun.
Destinasi wisata ini tidak hanya menawarkan air terjun saja, tetapi juga memiliki kolam air hangat alami yang dapat digunakan untuk berendam.
Alamat: Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Badung.
2. Air Terjun Tukad Cepung
Bagi kamu yang suka nuansa petualangan, Tukad Cepung sepertinya cocok masuk wishlist liburan. Air terjun ini memiliki aliran utama dengan tinggi sekitar 15 meter dan terletak di bawah gua. Kolam Air Terjun Tukad Cepung masih terhitung dangkal dengan kedalaman sekitar 30 cm. Jadi masih aman untuk kamu yang ingin berendam di dalamnya.
Keunikan dari wisata Air Terjun Tukad Cepung adalah saat percikan air terkena sinar matahari. Pantulannya seolah membuat pelangi buatan di sekitar air terjun. Cocok dikunjungi saat siang hari.
Waktu tempuh dari Denpasar sekitar 50 menit dengan kondisi lalu lintas normal. Setibanya di tempat parkir, kamu akan dimintai karcis sejumlah 30 ribu. Dari pintu masuk, kamu perlu melakukan tracking menuju air terjun yang memakan waktu 15-17 menit.
Alamat: Banjar Penida Kelod, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Bangli.
3. Air Terjun Colek Pamor
Nama Air Terjun Colek Pamor mungkin belum terlalu familiar di kalangan wisatawan. Bahkan, pengunjung di air terjun ini bisa dihitung dengan jari per harinya.
Asal usul nama Colek Pamor berasal dari sebuah batu besar yang ada di atas air terjun. Batu tersebut berwarna putih yang seolah diselimuti kapur sirih (pamor).
Pengunjung hanya dikenakan sumbangan seikhlasnya untuk masuk ke tempat wisata ini. Dari parkiran, pengunjung harus menempuh waktu 20 menit, melewati jalan setapak di antara kebun cengkeh milik warga.
Alamat: Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng.
4. Air Terjun Fiji
Destinasi ini terletak di dekat Bali Utara. Dikenal juga sebagai air terjun kembar tiga karena memiliki tiga aliran air yang berdampingan. Air Terjun Fiji memiliki ketinggian sekitar 20 meter yang dibalut oleh suasana hutan yang asri.
Perjalanan menuju tempat ini juga terbilang menantang. Rute yang ditempuh harus menyusuri sungai, menaiki tangga curam, dan menyeberangi jembatan bambu. Sangat pas dengan wisatawan yang mencari pengalaman menantang.
Perjalanan dari Denpasar memakan waktu sekitar 2 sampai 3 jam menuju arah Singaraja. Tiket masuk air terjun Fiji sekitar Rp 10-15 ribu rupiah.
Alamat: Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Buleleng.
5. Air Terjun Gembleng
Melipir sejenak ke Bali Timur, kamu akan menemukan air terjun yang tidak terlalu besar, tetapi menarik dikunjungi. Namanya Air terjun Gembleng.
Wisata ini lebih cocok disebut sebagai kolam batu yang memiliki aliran air terjun. Pengunjung justru akan berada di kepala air terjun, bukan di bagian bawahnya seperti wisata lain.
Fasilitas di tempat ini cukup memadai bagi wisatawan. Karena keindahannya, air terjun ini sangat layak dikunjungi ketika libur dan menambah koleksi album foto.
Alamat: Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, Karangasem.
(hsa/hsa)










































