detikBali

Kunjungan Wisatawan ke TN Komodo Dibatasi 365 Ribu Orang per Tahun

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kunjungan Wisatawan ke TN Komodo Dibatasi 365 Ribu Orang per Tahun


Ambrosius Ardin - detikBali

Pemandangan Gililawa di kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, NTT.
Foto: Pemandangan Gililawa di kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, NTT. (Dok. Ambrosius Ardin/detikBali)
Manggarai Barat -

Kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dibatasi maksimal 365 ribu orang per tahun. Kebijakan ini dimulai tahun 2026 dengan memberlakukan kuota kunjungan 1000 wisatawan per hari.

Target kunjungan tahunan ke ini menurun dari total kunjungan wisatawan ke TN Komodo pada 2025 sebanyak 429.509 orang. "365 ribu per tahun sehingga rata-rata per hari 1.000 kali 365 hari, 365 ribu," kata Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Rani Siga, Senin (30/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria yang disapa Hengki itu menjelaskan penerapan kebijakan itu berdasarkan hasil kajian daya dukung daya tampung (DDDT) TN Komodo pada 2018. Kajian dilakukan oleh Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali Nusra dan World Wide Fund for Nature (WWF), sebuah organisasi konservasi independen dunia.

"Itu berdasarkan hasil kajian 2018 itu batas optimum kunjungan itu 366 ribu sekian-sekian (366.108) per tahun, tapi untuk memudahkan ya pendekatan aja rata-rata 1.000 per hari," jelas Hengki.

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan saat kajian itu dibuat, kunjungan wisatawan ke TN Komodo hanya 176.830 orang. Pada 2024, kunjungan mulai mendekati batas maksimal. Hasil kajian itu baru diterapkan mulai 2026 karena kunjungan wisatawan ke TN Komodo pada 2025 sudah melampaui batas maksimal DDDT sesuai kajian 2018 tersebut.

"Tahun 2018 kunjungan 176 ribu, masih jauh, kenapa kita tidak intervensi pada saat itu. Kenapa intervensi 2026 karena 2024 itu baru 334 ribu belum melampaui, ketika 2025 dia sudah melampaui maka 2026 kami intervensi," jelas Hengki.

Ia menepis tudingan bahwa BTNK menggunakan data lama dalam menerapkan kebijakan pembatasan kunjungan ke TN Komodo. Hengki juga menegaskan bahwa bukan BTNK yang membuat kajian tersebut. Pihaknya hanya melaksanakan rekomendasi hasil kajian P3E Bali Nusra dan WWF.

"Orang bilang kenapa sih data lama. Itu bukan data lama. Itu data valid berdasarkan kajian ilmiah dan metode yang benar," tegas Hengki.

"Dan selalu bilang kenapa metodologi nggak terbuka untuk umum. Kami kan lembaga pengguna hasil penelitian, hasil kajian, kami bukan pakarnya di situ. Kami menjalankan rekomendasi dari para pakar itu 'hati-hati lho ini sudah melampaui daya dukung, sudah overtourism'. Itu ahli yang mengatakan itu, kami itu pengguna, kami menjalankan rekomendasi itu," imbuh dia.

Kunjungan wisatawan ke TN Komodo sejak 2018 terus meningkat. Kunjungan sempat menurun pada 2020-2022 akibat terdampak pandemi Covid-19. Kunjungan wisatawan itu yakni tahun 2018 sebanyak 176.830 orang, 2019 (221.703), 2020 (51.618), 2021 (65.362), 2022 (170.077), 2023 (300.488), 2024 (333.846) dan 2025 (429.509).




(hsa/hsa)










Hide Ads