Kawasan Green Gadjah Ubud Bali belakangan viral di media sosial (medsos) karena menawarkan sensasi makan siang di dalam dome kaca. Istimewanya, lokasi dome cafe ini masih satu kawasan dengan air terjun di Desa Melinggih, Payangan, Gianyar, Bali.
Selain gemericik air terjun yang menyegarkan, pengunjung juga akan disuguhkan pemandangan sekitar yang sejuk nan asri. Kawasan Green Gadjah buka pukul 11.00 Wita hingga pukul 18.30 Wita. Empat dome yang tersedia di restoran itu biasanya sudah dipenuhi pengunjung saat siang hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dome cafe tersebut juga dilengkapi AC sehingga pengunjung tidak akan kepanasan jika cuaca terik. Tiap dome dilengkapi empat bean bag yang cocok untuk nongkrong cantik.
"Cukup untuk empat orang. Ya, maksimal lima orang," kata Molen, salah satu pegawai di sana, Minggu (29/3/2026).
Menu makanan yang tersedia di Green Gadjah Ubud juga beragam. Beberapa di antaranya nasi goreng spesial, nasi ayam sambal bawang, fish and chips, hingga pizza dengan berbagai varian. Harga makanan dijual mulai Rp 40 ribu dan minuman dari Rp 25 ribu.
Fasilitas dome cafe di Green Gadjah Ubud, Desa Melinggih, Payangan, Gianyar, Bali. (Foto: Aryo Mahendro/detikBali) |
Selain dome cafe, ada banyak fasilitas yang dapat dinikmati pengunjung di Green Gadjah Ubud. Termasuk kolam renang dan area bersantai sambil menyantap makan siang di area bawah. Kawasan tersebut juga kerap dikunjungi tamu keluarga.
Molen mengatakan dome di Green Gadjah bebas digunakan pengunjung selama dalam kondisi kosong. Namun, pengunjung juga dapat memesan dome terlebih dahulu sebelum berkunjung.
Untuk masuk ke kawasan ini, pengunjung dikenakan tiket Rp 40 ribu untuk maksimal dua orang. Pengunjung dapat menggunakan semua fasilitas di restoran, termasuk kolam renang.
Molen menyarankan untuk datang ke dome cafe dan menikmati hidangan mulai pukul 15.00 Wita. "Kalau saya boleh saran, jam 3 sore saja agar mataharinya mulai redup. Sudah mulai sejuk," katanya.
(iws/iws)











































