Menyeruput kopi telah menjadi gaya hidup. Kedai kopi menjamur dari pusat kota hingga ke pelosok desa. Bahkan, penjual kopi keliling juga kian marak.
Salah satunya Mangkal Kopi, yang mangkal di pinggir sawah Desa Getasan, Kecamatan Petang, Badung, Bali. Gerobak kopi yang memanfaatkan kendaraan roda tiga yang telah dimodifikasi itu ramai dikunjungi para penikmat kafein.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang yang datang, itu jauh-jauh. Ada yang dari Denpasar, ada yang dari Kuta, Jimbaran, sengaja datang untuk menikmati sensasinya," ungkap Putu Darmawan, pemilik Mangkal Kopi, Minggu (18/1/2026).
Sembari menyesap hot caffee latte atau es kopi kekinian, pengunjung akan disajikan hamparan sawah hijau. Siluet pegunungan di bagian utara Bali akan terlihat saat cuaca cerah. Bahkan, jika beruntung, puncak Gunung Agung juga tampak megah di kejauhan.
Mangkal Kopi di pinggir sawah Desa Getasan, Kecamatan Petang, Badung, Bali. (Foto: Agus Eka/detikBali) |
Darmawan menuturkan pelanggan senang karena mendapatkan pengalaman minum kopi dengan suasana pedesaan nan asri. Menurutnya, kehadiran Mangkal Kopi juga bertujuan untuk mengenalkan kawasan Badung utara.
"Desa kami ini kebetulan juga kawasan desa wisata. Hampir semua desa malahan di Kecamatan Petang ini sudah berbasis desa wisata. Ini yang coba kami dukung dengan mengisi segmen UMKM," imbuhnya.
Darmawan mengakui baru bisa berjualan saat cuaca cerah. Mangkal Kopi, dia berujar, ramai pengunjung karena menawarkan sensasi ngopi dengan panorama sawah.
"Kalau seperti sekarang, musim hujan sulit buka. Kalau tidak hujan, pasti buka, dan pasti ramai," ujarnya.
(iws/iws)











































