detikBali

Libur Lebaran, Kintamani Dipadati Wisatawan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Libur Lebaran, Kintamani Dipadati Wisatawan


Aryo Mahendro - detikBali

Suasana kepadatan lalu lintas di persimpangan Pasar Seni Geopark Batur - Anjungan Kintamani, Sabtu (21/3/2026). (Aryo Mahendro/detikBali).
Foto: Suasana kepadatan lalu lintas di persimpangan Pasar Seni Geopark Batur - Anjungan Kintamani, Sabtu (21/3/2026). (Aryo Mahendro/detikBali)
Bangli -

Kawasan wisata di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli mulai dipadati wisatawan. Jalan Raya Penelokan hingga Jalan Raya Kintamani mulai dipadati wisatawan yang ingin menikmati hawa dingin sambil menikmati pemandangan Gunung Batur.

"Ya, sudah mulai padat sejak Jumat (20/3/2026). Anggota kami sudah stand-by di sana untuk pengaturan lalu lintas," kata Kasatlantas Polres Bangli AKP Rike Astuti kepada detikBali, Sabtu (21/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan detikBali, kepadatan lalu lintas bus pariwisata, mobil dan motor pribadi mulai terlihat sejak Jumat (20/3/2026) hingga hari ini. Sejak pukul 11.00 Wita, lebih banyak mobil pribadi yang masuk ke kawasan Kintamani daripada yang keluar.

Puluhan kendaraan itu bertemu dan beberapa kali lajunya tersendat di persimpangan Pasar Seni Geopark Batur-Anjungan Kintamani. Sementara itu, bus wisata yang masuk ke kawasan Kintamani, langsung diarahkan ke beberapa lahan parkir yang cukup luas di barat Jalan Raya Penelokan.

ADVERTISEMENT

"Tadi pagi kendaraan yang masuk kawasan Kintamani mengekor hingga 2 kilometer," kata Rike.

Rike mengatakan arus lalu lintas hingga hari ini didominasi oleh mobil pribadi dan motor yang masuk keluar dari kawasan Kintamani. Mayoritas datang dari arah Denpasar yang melewati Desa Susut di Jalan Sekardadi - Jalan Kayu Ambua, Singaraja, dan dari arah Danau Batur.

Meski kendaraan sempat mengular hingga, 2 kilometer (km), situasi tersebut belum puncak kepadatan arus lalu lintas. Rike mengatakan puncak kepadatan kendaraan wisatawan diprediksi baru terjadi pada Minggu (22/3/2026).

"(Kepadatan kendaraan) sempat mengekor hingga 2 km ke arah Desa Susut. Tapi belum puncak. Prediksi, hari Minggu besok," katanya.

Bus Dilarang Parkir di Depan Kafe-Resto

Lalu lalang kendaraan tidak hanya didominasi mobil pribadi. Beberapa bus wisata juga terlihat wara-wiri di jalanan Kintamani. Mayoritas, membawa turis asing asal India.

"Kalau di Kintamani, mayoritas memang wisatawan domestik. Turis asing tipis (sedikit). Biasanya dari India," kata Rika.

Meski tidak banyak, bus itu dilarang parkir di depan kafe atau restoran. Fisik bus yang besar, berpotensi membuat lalu lintas tersendat, saat akan keluar masuk parkiran.

"Nggak saya bolehin bus parkir di restoran dan kafe. Kalau bus parkir di sana, jelas macet nanti," katanya.

Rike menyarankan agar bus parkir di sisi barat jalan. Ada beberapa lahan dengan bangunan mangkrak yang memiliki lahan cukup luas untuk bus.




(hsa/hsa)










Hide Ads