Sandiaga Ajukan Kura-kura Bali Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Tim detikBali - detikBali
Jumat, 19 Agu 2022 19:33 WIB
Menparekraf Sandiaga saat meninjau kawasan Kura-kura Bali pada Kamis (18/8/2022).
Menparekraf Sandiaga saat meninjau kawasan Kura-kura Bali pada Kamis (18/8/2022). Foto: Kemenparekraf
Denpasar -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengajukan Kura-kura Bali yang berlokasi di Pulau Serangan menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Sandiaga menilai pertumbuhan ekonomi Bali membutuhkan investasi dan terobosan yang mengacu kepada tiga pilar. Pertama keberlanjutan atau sustainability, green economies and blue economies sesuai dengan konsep Tri Hita Karana.

Kedua, konsep edukasi, fokus kepada teknologi digital dan digitalisasi. Ketiga aspek wellness, health, dan beberapa terobosan lain.


"Beberapa terobosan yang akan membawa investasi berkelas dunia untuk berinvestasi di kawasan ekonomi khusus Kura-kura Bali," kata Sandiaga dalam keterangan tertulis.

Proses pengajuan Kura-kura Bali sebagai KEK terus berlanjut dan dipercepat. Sebab, Kura-kura Bali dicanangkan akan menanamkan modal Rp 100 triliun atau 6,2 miliar USD.

Nantinya, Kura-kura Bali diharapkan mampu menciptakan 35 ribu lapangan kerja baru dan menjadi sebuah kawasan yang dihuni sekitar 50 ribu orang.

"Ini adalah bagian dari upaya menciptakan 1,1 juta lapangan kerja baru di 2022, dan 4,4 juta lapangan kerja baru dan berkualitas di 2024. Dan nanti akan dilanjutkan dengan kunjungan oleh tim dewan KEK nasional yang mudah-mudahan bisa dilakukan di akhir bulan ini. Sehingga progresnya bisa dapat terus kita percepat untuk bisa kita finalisasikan dalam waktu dekat," imbuh Sandiaga.

Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf meninjau salah satu pelaku ekonomi kreatif yang juga berlokasi di dalam kawasan Kura-kura Bali. Di mana pelaku ekonomi kreatif mengolah limbah plastik menjadi produk-produk bernilai ekonomi. Nantinya, produk kreatif ini akan dihadirkan pada perhelatan G20.

"Kita melihat peran UMKM di Bali yang mampu menciptakan 90 persen lapangan kerja. Target kita akan melibatkan seluruh lintas UMKM mulai dari desa wisata, sampai yang ada di daerah di sekitar venue G20. Tentu targetnya kita harapkan 20 persen peningkatan dari para UMKM ini untuk pertama penjualan omzetnya dan kedua penciptaan lapangan kerja," pungkasnya.



Simak Video "Kabar Baik! Kunjungan Wisman ke RI Meroket Hingga 40 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)