Tarif Retribusi Kintamani Turun, Dalam Tiga Hari Raup Rp 366 Juta

Agus Eka - detikBali
Kamis, 05 Mei 2022 16:43 WIB
Wisatawan domestik berkunjung ke salah satu coffee shop di Kintamani, Bangli, Bali, pada momen libur Lebaran. (Agus Eka/detikBali)
Wisatawan domestik berkunjung ke salah satu coffee shop di Kintamani, Bangli, Bali, pada momen libur Lebaran. (Agus Eka/detikBali)
Bangli -

Sejak diberlakukan perubahan tarif retribusi per 1 Mei 2022 lalu, objek wisata Kintamani, di Kabupaten Bangli, Bali akhirnya banjir kunjungan. Kondisi ini juga tidak lepas dari momentum libur hari raya Idul Fitri.

Dampak dari penurunan tarif itu, kawasan Kintamani ramai dikunjungi selama tiga hari berturut-turut sejak 1 Mei 2022. Pemerintah Bangli pun mendapat penghasilan sekitar Rp 366 juta lebih dalam tiga hari tersebut. Kunjungan paling padat terjadi pada 3 Mei lalu dengan penghasilan Rp 149 juta sehari.

Sebagai informasi, Pemkab Bangli yang semula menerapkan tarif sebesar Rp 25 ribu bagi wisatawan domestik di Kintamani, kini sudah menerapkan harga Rp 20 ribu per orang. Penurunan tarif secara drastis berlaku pada wisatawan lokal Bali.


Dari harga sebelumnya Rp 25 ribu, menjadi Rp 10 ribu per orang. Artinya kabar penurunan tarif ini juga membantu mendongkrak angka kunjungan. Di samping situasi yang pas bersamaan dengan momen liburan. Meski demikian, penyesuaian tarif tidak berlaku bagi wisatawan asing sebesar Rp 50 ribu per orang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli, I Wayan Sugiartha mengakui penerapan tarif baru mengacu pada Perbup 8 Tahun 2022 tentang penyesuaian tarif retribusi di Kintamani. Setelah berlaku, kunjungan pada 3 Mei 2022 lalu disebut meningkat tiga kali lipat dibandingkan saat normal di momen Idul Fitri.

Pemkab Bangli pun mendapat penghasilan sebesar Rp 149 juta dalam satu hari. Sedangkan pada 1 Mei 2022 lalu, pendapatan per hari dari retribusi ini hampir mencapai Rp 86 juta, dan pada 2 Mei 2022 lalu sebesar Rp 131 juta dalam sehari.

Kami prediksi yang paling banyak dikunjungi saat ini adalah kedai kopi. Ini sangat tren saat ini. Wisatawan asing dan domestik luar Bali mendominasi. Kondisi ini kami prediksi bertahan hingga akhir pekan ini," jelas Sugiartha, Kamis (5/5/2022).

Dia menyebut, jumlah wisatawan yang masuk kawasan Kintamani selama tiga hari sejak 1 Mei 2022 lalu mencapai 360 ribu lebih pengunjung. "Puncaknya pada tanggal 3 Mei lalu. Kintamani dikunjungi 7,9 ribu orang sehari," pungkas mantan Kadis Perpustakaan Bangli ini.



Simak Video "Kopi Luwak, Kopi Nikmat yang Kaya Manfaat dan Khasiat, Bangli"
[Gambas:Video 20detik]
(nke/nke)