Pelatih Bali United, Johnny Jansen, memberikan beberapa catatan setelah timnya kalah 1-2 dari Sabah FC dalam ajang Dewata Challenge, Kamis (18/8/2026) malam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Meski berstatus pramusim, catatan tersebut menjadi perhatian khusus agar skuadnya tampil lebih matang saat kompetisi dimulai.
"Turnamen pra musim yang bagus dan memang saya inginkan. Ada beberapa catatan yang saya berikan dari laga ini," kata Jansen usai laga.
Salah satu catatan tersebut adalah soal build up. Menurutnya, proses membangun serangan dari belakang ke depan masih belum memuaskan. Ada sentuhan dan passing yang masih kurang maksimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu, harusnya kami mendapat penalti. Tapi ya sudah, ini hanya pra musim. Tapi catatan itu penting bagi pemain," tegasnya.
Catatan tersebut juga penting bagi para pemain muda yang diturunkannya pada babak kedua. Dalam laga tersebut, Johnny Jansen merotasi seluruh starting eleven dengan mayoritas pemain muda.
"Pertandingan ini menjadi pembelajaran bagi pemain muda. Turnamen ini bagus untuk mereka berkembang," ujarnya.
Sabah FC Puas
Sementara itu, pelatih Sabah FC, Joan Torres Garrido, mengatakan hasil tersebut cukup memuaskan baginya. Meski demikian, dia menemukan beberapa hal yang perlu dievaluasi selama pertandingan.
"Bali United memberikan perlawanan yang bagus. Saya suka dengan laga tadi. Dan pemain saya menjalankan instruksi dengan benar, meskipun ada sedikit evaluasi," bebernya.
Menariknya, meski kini melatih di luar negeri, Joan Torres Garrido mengenal karakteristik Bali United. Hal itu tidak terlepas dari pengalamannya sebagai asisten pelatih Persis Solo pada musim 2024/2025.
"Saya pernah di Indonesia menjadi asisten pelatih di Persis Solo. Jadi saya sedikit paham gaya bermain mereka (Bali United)," pungkasnya.
Setelah ini, Bali United akan menghadapi Persib Bandung pada laga pamungkas 18 Agustus. Sementara Sabah FC juga akan melawan Persib pada Sabtu (15/8) di Stadion Dipta.