detikBali

Kecanggihan Bola Piala Dunia 2026

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Kecanggihan Bola Piala Dunia 2026


Fahri Zulfikar - detikBali

NEW YORK, NEW YORK - OCTOBER 02: General view has holograms are displayed during the official launch of the FIFA World Cup 2026 Match Ball Trionda at Brooklyn Bridge Park on October 02, 2025 in New York City. (Photo by Sarah Stier/Getty Images)
Foto: Trionda, bola resmi Piala Dunia 2026. (Getty Images/Sarah Stier)
Denpasar -

Piala Dunia 2026 mempunyai bola resmi yang diberi nama Trionda. Bola ini memiliki teknologi canggih karena ditanamkan sensor yang bisa memberikan data real-time tentang gerakan, posisi, dan sentuhan.

Mengutip laman resmi FIFA, bola Trionda ditanam dengan inertial measurement unit (IMU) yang bisa beroperasi sekitar 500 Hz. Sensor ini menangkap data 500 kali per detik, melacak akselerasi bola dan pergerakan granular dalam tiga dimensi.

"Data ini digunakan untuk menghitung kapan terjadi sentuhan, dan informasi ini kemudian ditransmisikan secara real-time ke ruang operasi video, di mana informasi tersebut digabungkan dengan data pelacakan pemain dari kamera stadion untuk membantu asisten wasit video (VAR)," tulis FIFA dilansir dari detikEdu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sensor IMU dibuat sangat ringan dan dapat diisi ulang melalui induksi sehingga tidak memengaruhi performa atau keseimbangan bola. Sistem ini terintegrasi dengan 16 kamera pelacak khusus yang dipasang di dalam stadion, yang memantau bola dan pemain, mengumpulkan hingga 29 titik data per pemain sebanyak 50 kali per detik.

ADVERTISEMENT

Kecerdasan buatan (AI) memproses data gabungan ini untuk menghasilkan peringatan otomatis bagi VAR dengan keputusan akhir selalu dibuat oleh wasit. Melalui teknologi ini, bola Trionda bisa membantu berbagai kejadian dalam pertandingan di Piala Dunia.

Berbagai kejadian yang dimaksud adalah mengidentifikasi secara tepat sentuhan bola dari pemain sehingga bisa membantu pengecekan offside dan membantu menganalisis insiden, seperti handball atau penalti dengan menyediakan data sentuhan yang detail. Teknologi ini sebelumnya telah diuji coba pada 2020 dan 2022 untuk memastikan keakuratan data bola yang terhubung dan integrasi yang lancar dengan sistem VAR.

Sebelum dimulainya kompetisi, tim Inovasi FIFA juga menjalankan serangkaian tes dan protokol ketat dengan semua penyedia teknologi untuk memastikan bahwa bola yang terhubung berfungsi secara optimal dan memfasilitasi keputusan wasit yang lebih akurat selama pertandingan.

Artikel ini telah tayang di detikEdu. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)










Hide Ads