Pengacara Hironimus Sonbay alias Roni, Fransisco Bessi, kembali mendatangi Kejati Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan membawa dua handphone (HP) yang disebut berisi percakapan dan rekaman dugaan pemerasan oleh dua jaksa terhadap kontraktor proyek renovasi sekolah di Kupang.
Fransisco diperiksa Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati NTT, Senin (11/5/2026), terkait dugaan pemerasan yang menyeret Kajari Medan Ridwan Sujana Angsar dan Koordinator Pidana Umum (Pidum) Kejati NTT Noven Verderikus Bulan.
Dua jaksa tersebut diduga melakukan pemerasan terhadap kontraktor Hironimus Sonbay alias Roni dalam proyek renovasi sejumlah SD dan SMP di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.
Dalam pemeriksaan itu, Fransisco membawa dua HP milik Roni dan ayahnya, Dominikus Sonbay. Barang bukti tersebut langsung diperlihatkan kepada tim Aswas Kejati NTT.
"Bisa lihat sendiri, saya membawa dua HP milik Roni dan ayahnya yang mana dua HP tersebut berisi semua percakapan dan rekaman-rekaman terkait kasus pemerasan dari dua oknum jaksa tersebut," ujar Fransisco ditemui di Kejati NTT seusai pemeriksaan, Senin.
Menurut Fransisco, seluruh data dan rekaman dalam dua HP tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil ekspose dari Kejati NTT untuk menentukan proses lanjutan perkara itu.
Fransisco berharap penanganan kasus dugaan pemerasan tersebut dilakukan secara terbuka dan transparan. Ia juga meminta hasil pemeriksaan diteruskan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).
"Jangan ditutup-tutupi, tapi bisa disampaikan ke publik. Kemudian data yang ada pasti dikirim ke Kejaksaan Agung (Kejagung)," terang Fransisco.
Dia mengaku terus mengawal perkara tersebut ke Kejagung, Komisi III DPR RI, Komisi Kejaksaan (Komjak), hingga Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) agar seluruh data dan bukti yang telah diserahkan dapat ditindaklanjuti secara profesional.
"Jadi materi pemeriksaannya tadi itu untuk memperdalam data-data pendukung dan semua data yang kami serahkan itu cocok dengan isi percakapan di dalam dua HP ini," kata Fransisco.
Simak Video "Video: Noel Ngaku Sering Dapat Surat Ancaman Usai Sidak Penahanan Ijazah"
(dpw/dpw)